Dihantui Krisis Kemenangan

Tottenham Hotspur Dipastikan Kembali Nihil Trofi

Eka
Tottenham Hotspur Dipastikan Kembali Nihil Trofi
Kekecewaan para pemain Tottenham Hotspur (ist)

London, HanTer - Ada apa dengan Tottenham Hotspur? Pertanyaan besar mulai membanjiri klub asal London itu ditengah krisis kemenangan yang mereka raih. Dimana dalam empat pertandingan terakhir di tiga ajang berbeda, tim asuhan pelatih Jose Mourinho kerap menderita kekalahan.

Ironisnya, kekalahan tersebut terbilang menyakitkan. Sebab tiga diantaranya terjadi ketika mereka tampil dihadapan pendukungnya sendiri. Terbaru, yakni setelah keperkasaan The Lily Whites, julukan Tottenham Hotspur, mampu dibenamkan Norwich City melalui drama adu penalti pada putaran lima atau babak 16 besar Piala FA di kandang sendiri, Kamis (5/3/2020) kemarin.

Ya, menjamu Norwich City, sejatinya Tottenham Hotspur difavoritkan mampu meraih kemenangan sekaligus mengunci tiket ke babak delapan besar. Akan tetapi nasib berkata lain. Mereka hanya mampu bermain imbang 1-1. Sehingga laga dilanjutkan melalui drama adu penalti yang berkesudahan 2-3 bagi tim tamu.

Sejatinya, kans untuk meraih kemenangan cukup terbuka setelah Jan Vertonghen membuka asa bagi Tottenham Hotspur melaju ke fase berikutnya berkat gol yang dilesakkan pada menit ke-13. Akan tetapi tim tamu mampu menyamakan skor menjadi 1-1 melalui Josip Drmic pada menit ke-78 sehingga pertandingan dilanjutkan melalui adu penalti untuk menentukan pemenang.

Kekalahan demi kekalahan pun menutup peluang Tottenham Hotspur untuk menyabet satu trofi musim ini. Sebab pil pahit melawan Norwich membuat mereka gugur di Piala FA. Begitu pun di Liga Champions. Kekalahan menyakitkan dialami usai tumbang ditangan Leipzig 0-1 di kandang sendiri pada leg pertama babak 16 besar.

Tentu perjuangan makin berat, pasalnya mereka akan melakoni leg kedua di markas lawan. Selain itu, di pentas Premier League posisi The Lily White tercecer ke urutan tujuh dengan mendulang 40 angka dari 28 laga yang telah dilalui. Memang kans menembus zona Liga Champions masih terbuka karena mereka hanya tertinggal lima angka dari Chelsea di peringkat empat.

Akan tetapi bila konsistensi masih belum ditemukan, bukan tak mungkin mereka terancam tidak bisa kembali berpartisipasi pada turnamen bergengsi antar klub di benua biru musim depan. Jose Mourinho pun perlahan mulai frustasi dengan rentetan hasil tersebut.

Ia menyebut hasil itu tak lepas dari komposisi skuadnya yang masih pincang akibat beberapa pemain terkapar cedera, termasuk belum pulihnya Harry Kane selaku mesin gol. Kendati begitu, ia tidak akan mengkambinghitamkan para pemainnya terhadap catatan buruk The Lily White belakangan ini.

"Pertandingan yang sulit, saya pikir kami tak pantas mendapat hasil seperti ini. Tapi, inilah sepakbola. Saya tidak mau menyalahkan pemain, saya akan tetap bersama mereka. Mereka mencoba hal-hal yang fantastis, tapi kini saya benar-benar sedih, sangat sedih," jelas pelatih berpaspor Portugal itu.

Ya, pil pahit yang dialami Mourinho usai kesebelasannya ditumbangkan Norwich menjadi kekalahan kesembilan yang dialaminya setelah diangkat sebagai pelatih pada 20 November 2019. Total ia telah mendampingi skuadnya dalam 24 pertandingan di berbagai ajang, dengan memetik 11 kemenangan dan empat kali imbang.

STATISTIK MOURINHO:
LAGA: 24
MENANG: 11
IMBANG: 4
KALAH: 9