Tingkatkan Minat Baca, Mendagri dan Kepala Perpusnas Ajak Kepala Daerah Sediakan Bahan Bacaan

romi
Tingkatkan Minat Baca, Mendagri dan Kepala Perpusnas Ajak Kepala Daerah Sediakan Bahan Bacaan
Tito Karnavian & Muhammad Syarif Bando (tengah)/ ist

Jakarta, HanTer - Sejauh ini dalam paparannya ketika menjadi narasumber di Rakornas Perpusnas 2020, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepala daerah untuk ikut dalam menyediakan bahan bacaan bagi masyarakat agar meningkatkan minat baca. Maklum, saat ini minat baca masyarakat dirasa masih kurang.

"Intinya Kepala daerah hendaknya turut mendukung ketersediaan bahan bacaan bagi masyarakat. Banyak daerah yang belum paham persoalan tentang minat baca," kata Tito di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Dikatakannya, salah satu kendala kurangnya minat baca di masyarakat karena dukungan dan perhatian yang kurang dari pemerintah daerah. Sehingga dalam kesempatan tersebut Tito  menyinggung sedikitnya kepala daerah yang hadir dalam Rakornas Perpusnas. Terbukti, persentase kepala daerah yang hadir di acara itu hanya lima persen.

"Kepala daerah harus mulai sadar dan berupaya untuk menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. Semakin banyak bahan bacaan tersedia, maka makin terbuka inovasi yang bisa dihasilkan, mengembangkan ide, dan juga opsi-opsi sehingga mampu menghasilkan keputusan yang cepat," jelas Tito.

Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando mengatakan, perhatian khusus Pemerintah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul perlu dilihat secara serius, pasalnya dibutuhkan kerjasama untuk meningkatkan akses buku bacaan di perpustakaan sebagai jantung pendidikan. Oleh karenanya, ia meminta masyarakat tak terjebak dalam opini internasional terkait budaya baca yang rendah, sebaliknya ia meminta kerjasama masyarakat untuk meningkatkan askes bacaan di setiap daerah.

"Indonesia bukan bangsa dengan budaya baca rendah. Tapi fakta di lapangan disebabkan karena belum cukup akses yang memadai. Jangan terjebak opini internasional tapi mari kita perbaiki bersama," kata Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando saat memberikan laporan pada Rapat Koordinasi Nasional Perpustakaan Nasional.

Kehadiran Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai pembicara kunci adalah untuk meyakinkan seluruh pemerintah daerah agar punya kesadaran menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan penduduknya.

“Itulah sebabnya upaya kita untuk memasukkan perpustakaan sebagai urusan wajib yang diatur didalam UU Nomor 23 Tahun 2014 menjadi fondasi dan landasan yang kuat untuk ke depan kita berharap bahwa pemerintah daerah dan kepala daerahnya mempunyai kesadaran untuk menciptakan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya,” kata Syarif.

Urgensi pendidikan dan perpustakaan nyatanya tidaklah dapat dipisahkan. Oleh karenanya ia mendorong Pemda untuk menumbuhkembangkan budaya literasi. "Tidak ada guru tentang kedaerahan, tapi banyak buku yang menginformasikan asal usul, adat istiadat. Ini bisa dikelola oleh daerah. Daerah harus benar-benar tumbuhkan literasi," terang Syarif Bando.

Rakornas Bidang Perpustakaan 2020 yang dihelat selama tiga hari, yakni 25-27 Februari 2020 di Hotel Bidakara, Jakarta, dibuka secara resmi oleh Menteri Dalam Negeri Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D. Rakornas mengupas berbagai kebijakan yang dipaparkan secara bergantian Bappenas, Kemenkeu, Kemendikbud, Kemendes-PDTT, Komisi X DPR RI, dan Perpustakaan Nasional.

Rakornas ini juga dihadiri 1.500 peserta dari seluruh dinas perpustakaan, Bappeda, berbagai forum perpustakaan, asosiasi penerbit dan profesi, pengusaha rekaman, pegiat literasi, dan para pustakawan.