Bangun Tangsel, Siti Nur Azizah Terinspirasi Trisakti Bung Karno

Safari
Bangun Tangsel, Siti Nur Azizah Terinspirasi Trisakti Bung Karno

Tangsel, HanTer - Bakal calon (bacalon) Wali Kota Tangerang Selatan Siti Nur Azizah melebur bersama ribuan kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI)  Perjuangan Tangsel, Minggu (26/1/2020) malam. Kehadiran Azizah di sekretariat DPC PDI Perjuangan Tangsel, Ruko Malibu, Jalan Pahlawan Seribu, Serpong itu untuk ikut merayakan peringatan HUT PDI Perjuangan ke-47.

 

Berkerudung merah, Azizah disambut sumringah oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Tangsel Wanto Sugito. Bahkan, Azizah tampak juga berbincang-bincang dengan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

 

Puteri Wakil Presiden Ma'ruf Amin itu mengatakan, sangat bergembira karena bisa turut merayakan Hari Jadi PDI Perjuangan ke-47 itu. Karena, kata dia, ada benang merah antara garis perjuangannya dengan PDI Perjuangan.

 

"Semangat saya dengan PDI Perjuangan itu sama yakni semangat membela wong cilik. Kita ngampung setiap hari untuk mendengar suara mereka. Melihat kenyataan hidup mereka. Membantu menyemangati mereka. Bila nanti saya menjadi wali kota kita akan kerja lebih banyak untuk mereka," ungkap Azizah kepada awak media.

 

Bahkan, Azizah menyebut visi yang diusungnya yakni Pemerataan Kemajuan dan Kesejahteraan (Permata) Tangsel terilhami oleh Trisaktinya Bung Karno. Azizah merumuskan Trisakti melalui Permata Tangsel dengan tiga kata kunci, yaitu Pemerataan, kemajuan, kesejahteraan.

 

"Bung Karno mengatakan kita harus berdaulat dibidang politik, sebagai kalimat sakti pertamanya. Saya terjemahkan kedaulatan politik tersebut sebagai cara rakyat memiliki akses yang sama terhadap sumberdaya. Karena itu saya terjemahkan gagasan tersebut dengan konsep "pemerataan"," terangnya.

 

Kemudian, lanjut Azizah, kalimat sakti kedua berbunyi "berdiri di atas kaki sendiri (berdikari)". Bagi dia, kalimat sakti ini prinsip dalam ekonomi Indonesia.

 

"Di zaman digital ini kita jangan hanya menjadi konsumen produk luar. Kita harus menjadi produsen. Kita harus maju untuk bisa berdiri di kaki sendiri. Saya berkomitmen untuk menyiapkan SDM lokal yang kompetitif dalam bidang digital untuk menyongsong masa depan Tangsel sebagain klaster ekonomi digital," jelasnya.

 

Sementara, pada kalimat sakti ketiga yaitu "berkepribadian dibidang  kebudayaan". Azizah menekankan kebudayaan harus menjadi salah satu pondasi membangun Tangsel. Sebab, kota yang berbudaya senantiasa menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi dengan aspek lainnya, salah satunya adalah ekologi yang kini menjadi salah satu isu penting dunia.

 

"Semakin tinggi kebudayaan berarti semakin tinggi kemampuan menjaga keseimbangan lingkungan demi mewujudkan kesejahteraan. Karena itu rumusan berkepribadian dalam kebudayaan di Tangsel  saya wujudkan melalui gagasan "kesejateraann"," terang Azizah.

 

Bersama PDI Perjuangan, Azizah yakin, Permata Tangsel akan semakin berkaliau untuk meraih mimpinya mewujudkan Tangsel menjadi kota berkelas dunia sebagaimana mimpi Bung Karno yang ingin menjadikan Indonesia sebagai mercusuar dunia.

 

"Karena itu gagasan  Pemerataan Kemajuan untuk Kesejahteraan yang saya inisiasi dalam visi Permata Tangsel sesungguhnya merupakan terjemahan bebas saya tentang semangat Trisakti Bung Karno untuk Kota Tangsel ke depan," pungkasnya.