Minta Kajian Evaluasi Ujian Nasional

Putra Nababan Kritik Nadiem: Ganti Menteri, Ganti Kurikulum

Anugrah
Putra Nababan Kritik Nadiem: Ganti Menteri, Ganti Kurikulum
Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan

Jakarta, HanTer - Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim segera menyerahkan kajian evaluasi Ujian Nasional (UN). Hal itu untuk memastikan keputusan bekas bos Gojek itu tidak diambil secara tiba-tiba.

"Kami Komisi X minta kajiannya. Jangan sampai sudah diputuskan, tiba-tiba kajian melenceng dan jadi polemik lagi," kata anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan dalam acara diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu (14/12).

Putra menambahkan, saat ini rencana penghapusan atau penggantian format UN masih berupa pernyataan (statement). Untuk itu, ketika pernyataan itu sudah menjadi gagasan perlu ditinjau apakah diimplementasikan lewat Peraturan Menteri (Permen) atau berimplikasi pada UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Menurutnya, penggantian UN sejak lama didambakan berbagai pihak. Namun, Komisi X DPR meminta hasil kajian komprehensif. 

''Bukan enggak setuju, (tapi) setuju banget. Sejak saya wartawan saya setuju. Persoalannya, ini harus sesuai dengan hukum. Kami minta kepada saudara Nadiem, grand design pendidikan. Jangan ganti menteri, ganti kurikulum," tegasnya.

Bahkan Putra mengusulkan untuk diadakan rapat tertutup antara Kemendikbud dan Komisi X jika memang diperlukan.

Sebelumnya Mendikbud Nadiem Makariem mengumumkan bakal mengganti ujian nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter mulai 2021 mendatang. Pelaksanaan ujian nasional terakhir bakal dilakukan pada 2020.

Nadiem mengumumkan itu saat rapat koordinasi nasional dengan dinas pendidikan seluruh Indonesia di Jakarta. Dia yakin bahwa ujian nasional selama ini kerap membebankan siswa.