PKB Desak Aparat Selidiki dan Tangkap Pelaku Pembakaran Hutan

Danial
PKB Desak Aparat Selidiki dan Tangkap Pelaku Pembakaran Hutan
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PKB Marwan Dasopang (kiri)

Jakarta, HanTer - Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) mengajak masyarakat untuk berhenti saling tuduh dan saling menyalahkan atas bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah dan Riau.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PKB Marwan Dasopang mengatakan, pemerintah dan semua elemen masyarakat harus gerak cepat bahu-membahu untuk mengatasi Karhutla yang semakin memprihatinkan.

"Daripada saling menyalahkan, Kami mengajak semua pihak ayo bersama-sama memberikan pertolongan kepada masyarakat terdampak, khususnya yang terserang penyakit infeksi dan lainnya," ujaranya kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/9/2019).

Marwan juga mengatakan, kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Karena itu semua pihak mestinya bersama-sama menanggulangi dengan kemampuan dan peran yang bisa dilakukan.

"Agar tidak saling tuduh dan berdebat, DPP PKB bidang Penanggulangan Bencana meminta pemerintah segera memetakan persoalan, dan menerjunkan aparat hukum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan atas terjadinya Karhutla," paparnya.

PKB juga minta agar pemerintah mengumumkan siapa pelaku pembakaran, baik perorangan maupun korporasi. PKB berharap pemerintah segera melakukan penataan penanganan Karhutla dalam satu komando terpusat, sehingga bisa melakukan langkah-langkah pencegahan.

"Kami dari DPP PKB sudah turun ke lokasi untuk turut serta menangani dampak sosial di daerah bencana. PKB juga akan ikut membagikan masker standar maupun vitamin bagi korban asap bekerjasama dengan DPW dan masyarakat lainnya," urainya.

Saat ini kata Dia, yang perlu diwaspadai adalah, karhutla tidak hanya terjadi di Kalimantan dan Riau, Jambi dan Sumsel, namun daerah lain juga berpotensi Karhutla. "Karena itu harus segera dilakukan antisipasi agar bisa dicegah tidak menjadi bencana," pungkas Marwan.