Koalisi PDIP-Gerindra Kekuatan Luar Biasa, Mega Ajak Prabowo Tempur di 2024

Safari
Koalisi PDIP-Gerindra Kekuatan Luar Biasa, Mega Ajak Prabowo Tempur di 2024

Denpasar, HanTer - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sempat berkelakar meminta Prabowo Subianto mendekati dirinya untuk meraih sukses dalam pertarungan politik pada masa mendatang.

Kelakar itu disampaikan Mega dalam pidato pembukaan Kongres V PDIP setelah dia menjelaskan strategi kemenangan PDIP di Jawa Tengah dalam Pemilu 2019.

Berkaca pada kesuksesan di Jawa Tengah itu, Megawati kemudian mengimbau Prabowo mendekati dirinya agar sukses dalam pertarungan politik ke depan.

"Makanya, kalau nanti, ya, enggak tahu, ya (maju capres lagi atau tidak), tolong deket-deketin saya, ya," seloroh Megawati yang disambut tawa seluruh tamu kongres.

Prabowo yang hadir dalam kongres itu juga tampak tertawa, lalu berdiri dan memberikan hormat kepada Megawati.

Koalisi 

Saat dikonfirmasi apakah kelakar Mega itu merupakan sinyal koalisi PDIP dan Gerindra pada Pilpres 2024, putri Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, mempersilakan media menganalisisnya sendiri.

"Dinamika politik selalu berkembang. Tadi Ibu dalam pidatonya menyampaikan. Makanya, kalau 2024 mau maju lagi, deket-deket saya, ya. Silakan dipikirkan apa maksudnya," kata Puan.

Meskipun demikian, Puan menyatakan dalam politik tidak ada hal yang benar-benar kaku. Menurut dia, semua peluang dapat menjadi mungkin. "Tinggal momentumnya itu kapan," kata Puan.

Sebelumnya, banyak pihak yang menganalisis kehadiran Prabowo di Kongres V PDIP memenuhi undangan Megawati merupakan langkah awal koalisi PDIP dengan Gerindra pada Pemilu 2024.

​​​​​​Analis politik Pangi Syarwi Chaniago memperkirakan pada tahun 2024 merupakan momentum PDIP merealisasikan Perjanjian Batu Tulis Tahun 2009. Dalam hal ini, PDIP akan mendukung Prabowo sebagai capres.

Sebuah Sinyal

Pengamat dan Peneliti Politik dari Indopolling Network Wempy Hadir menilai kehadiran Prabowo Subianto pada Kongres V PDI Perjuangan, di Sanur, Bali dapat menjadi sebuah sinyal kerja sama politik antara kedua partai itu dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang seperti persiapan Pilpres 2024 mendatang.

"Ini menarik, karena hubungannya dengan Mega ini bukan 'hubungan kemarin'. Mereka pernah berpasangan di pilpres sebelumnya, berhadapan dengan SBY. Kemudian sekarang mereka bersama lagi," kata Wempy, saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

"Saya kira ini juga sebagai sinyal bahwa Prabowo itu kapan pun bisa bekerja sama dengan PDIP, baik jangka pendek dengan kondisi sekarang maupun dalam kerja sama jangka panjang, dalam konteks menyiapkan buat Pilpres 2024," katanya melanjutkan. 

Menurut Wempy, besar kemungkinan dari kedua partai untuk saling bekerja sama lantaran keduanya dinilai memiliki basis yang sama, yakni partai nasionalis.

"Dua partai ini memiliki platform yang sama-sama partai nasionalis. Peluangnya sangat besar karena mereka punya pengalaman yang sama. Pernah kerja sama dalam pilpres beberapa waktu lalu walaupun mereka kalah. Jadi mereka punya chemistry dan punya peluang kerja sama di 2024," ujarnya pula.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi salah satu politisi dari partai lain yang menghadiri Kongres V PDIP, di Bali, Kamis, setelah sebelumnya bertemu dengan Megawati Soekarnoputri, di Teuku Umar, Jakarta, Rabu (24/7) lalu.