Teror Pembakaran Kendaraan di Jateng Diduga Terkait Pemilu, Tangkap Pelakunya

Safari
Teror Pembakaran Kendaraan di Jateng Diduga Terkait Pemilu, Tangkap Pelakunya
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Teror pembakaran mobil dan motor di wilayah Jawa Tengah dan mulai merembet ke wilayah Jawa Timur meresahkan masyarakat. Masalah ini menjadi perhatian serius dari jajarannya dan Kepolisian sudah mengambil langkah-langkah antisipasi maupun penindakan agar kasus tersebut tidak terulang.

Menanggapi terror ini, pengamat intelijen dari Institut for Security and Strategic Studies (ISeSS), Bambang Rukminto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan jajarannya harus bekerja keras mengusut tuntas dan menangkap pelakunya. Jangan biarkan isu tersebut bisa jadi bola liar.

Bambang menyebut, dengan massifnya teror insiden pembakaran, dengan pola yang hampir sama maka harusnya bisa diungkap dengan cepat. Karena insiden tersebut tentu bisa dibaca bukan sesuatu kecelakaan. Sehingga publik tentu akan mengarah pada insiden yang direncanakan. 

Oleh karenanya Kapolda Jateng harus segera menuntaskan kasus ini dan membuka siapa otak di balik insiden ini. "Bila ini tuntas, tentu akan jadi kredit poin kepemimpinan Kapolda Jateng," jelasnya.

Bambang menuturkan, di tengah tahun politik saat ini maka teror  pembakaran kendaraan roda empat dan dua di Jateng dan sekitarnya saat ini telah merambah ke Jawa Timur bisa diasumsikan terkait politik. Hanya saja, tak bisa menuduh langsung ke A, B, C atau siapa-siapa tanpa ada bukti yang kuat. Banyak pihak yang punya kepentingan terkait pengamanan pemilu.  

Sementara bukti hanya bisa didapatkan oleh pihak yang berwenang yakni kepolisian. "Lebih bijak, kita menunggu dan mendorong kepolisian untuk segera menuntaskannya," tandasnya.

Konspirasi

Sementara itu, pengamat politik dari Institute for Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminudin mengatakan, teror  pembakaran kendaraan di Jateng yang saat ini merembet ke Jatim merupakan persoalan gampang untuk diungkap kepolisian karena aksinya sudah terpola. Seperti kasus teror dan pembunuhan Ustadz atau Kyai yang berlagak orang gila yang juga menyebar beberapa daerah tahun lalu.

"Kemampuan sumberdaya dan teknologi kepolisian yang dimiliki kepolisian RI sangat mudah untuk membongkar jaringan itu semua asal ada kemauan dan keseriusan," paparnya.

Terkait siapa pemain dari aksi teror pembakaran kendaraan di Jateng yang saat ini merembet ke Jatim, Aminudin menuturkan, dari pola kasus teror terhadap para Ustadz atau Kyai dan pembakaran kendaraan di Jateng yang massif dan terstruktur wajar jika banyak pihak melihat ini ada konspirasi kekuatan besar yang bermain. 

Seperti pernah ditegaskan politisi PKB, Abdul Kadir Karding yang berasal kubu Jokowi, permainan teror tersebut  mustahil dilakukan oleh pihak oposisi atau penantang.  Karena jika ketahuan maka oposisi akan habis karena aparat adalah alat kekuasaan pemerintah yang ditentukan oleh petahana. "Tapi setidaknya ini kegagalan negara melindungi rakyatnya. Seperti yang disebut dalam konstitusi (qui status praesidio)," paparnya.

Terkait motif dari teror pembakaran kendaraan tersebut, Aminudin mengungkapkan, karena dilakukan menjelang Pilpres 2019, teror itu diduiga terkait politik jelang pilpres 2019. Safari

Koordinasi

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berkoordinasi dengan Kepala Polda Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Condro Kirono, dalam penanganan kasus teror pembakaran mobil dan motor yang meresahkan masyarakat. 

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda, siskamling kita hidupkan lagi dan saya perintahkan semuanya untuk jaga, kalau perlu perlu dihidupkan lagi," kata Pranowo di Semarang, Jumat.

Bersama polisi, dia akan menindak tegas pelaku teror pembakaran mobil yang sudah beraksi di beberapa titik di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal dalam beberapa waktu terakhir.

"Tidak boleh ada yang mengganggu (Jawa Tengah) dengan kepentingan apa pun. Kepolisian sedang mengejar pelakunya, mudah-mudahan bisa tertangkap sehingga diketahui motifnya, apakah dendam, kejahatan, atau ada urusannya dengan pemilu," ujarnya.