Pentingnya Kemoterapi pada Penderita Kanker Stadium Lanjut

Arbi
Pentingnya Kemoterapi pada Penderita Kanker Stadium Lanjut
ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer – Kanker menjadi penyakit yang menakutkan karena selain menyebabkan kematian yang cepat, penyakit ini juga dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kanker menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia.

Sejauh ini, pengobatan kanker yang umum diterapkan di Indonesia, maupun dunia, diantaranya berupa kemoterapi, radiasi, dan operasi. Ironisnya, berbagai pengobatan itu tidak menjamin kesembuhan penderitanya.

Kemoterapi misalnya, seperti disampaikan Konsulen Hematologi dan Onkologi di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Jeffrey Tenggara, Sp.PD-KHOM, pengobatan jenis ini hanya untuk menahan dan meminimalisir penyebaran kanker pada stadium lanjut.

“Kemoterapi digunakan untuk mengobati kanker, mengurangi kemungkinan kambuhnya sel kanker, menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker, serta mengurangi gejala atau efek samping dari kanker,” kata Jeffrey dalam temu media di Jakarta, kemarin.

Kemoterapi juga dapat digabungkan dengan pengobatan lain, contohnya kemoterapi dapat diberikan untuk memperkecil tumor sebelum tindakan radiasi atau diberikan setelah operasi atau terapi radiasi untuk menghancurkan sel kanker yang masih tersisa.

Bentuk dan cara pemberian kemoterapi beranekaragam tergantung pada jenis kanker dan tingkat penyebarannya, histori pengobatan pasien, dan permasalahan kesehatan lain yang diderita oleh pasien. “Mempertimbangkan kompleksitas dan efek samping dari kemoterapi, pasien harus berada di bawah pengawasan dokter dan perawat yang berkompetensi selama proses kemoterapi dilaksanakan,” katanya.

Terkait dengan efek samping yang banyak dikhawatirkan berbagai kalangan, Jeffrey menyatakan semua jenis pengobatan memiliki efek samping, termasuk juga kemoterapi. “Memang banyak yang takut, dan Banyak juga yang bilang jika sudah stadium 4 biarkan saja. Tapi banyak pengalaman, seperti kasus kanker payudara, usus, dan liver, kita berikan kemo justru memberikan manfaat baik untuk pasien,” jelas dia.

Ia menuturkan, ketika seseorang sudah terdiagnosa kanker, maka treatment yang tepat harus segera dilakukan baik dalam bentuk operasi, kemoterapi, radiasi maupun lainnya. Operasi bisa dilakukan dalam kasus-kasus tumor jinak, sedangkan kemoterapi dapat dilakukan tanpa maupun dengan pengobatan lainnya.

Lebih lanjut Jeffrey menjelaskan, kanker terjadi apabila keseimbangan ini terganggu dan pertumbuhan sel menjadi jauh lebih besar dibandingan kematian sel. Seseorang yang menderita kanker umumnya menunjukan gejala–gejala tertentu yang biasanya berhubungan dengan organ dari mana sel kanker tersebut berasal. Namun, tidak sedikit juga penderita baru merasakan gejala ketika kanker sudah berada di tahap akhir.

“Karena itu, deteksi dini sangat penting dilakukan. Semakin dini kanker terdeteksi, kemungkinan sembuh dari penyakit ini juga besar,” imbuhnya.