Kemenpora Kukuhkan 200 Kader Pemuda Anti Narkoba di Jakarta

Eka
Kemenpora Kukuhkan 200 Kader Pemuda Anti Narkoba di Jakarta
Faisal Abdullah (kedua dari kiri) mengukuhkan 200 Kader Inti Pemuda Anti Narkoba DKI Jakarta (ist).

Jakarta, HanTer - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengukuhkan 200 Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) setelah mendapatkan materi pelatihan selama tiga hari di Jakarta, sejak 26-28 November 2018.

Pengukuhan dilakukan langsung Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Prof. Dr. Faisal Abdullah di Hotel Oasis Amir, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Dalam pengukuhan itu, Faisal didampingi Kepala Bidang Wawasan Lingkungan Strategis dan Pencegahan Bahaya Destruktif Yari Isnaeni dan Kasubdit lingkungan kerja dan masyarakat BNN RI, Kombes Pol Ricky Yanuarfi.

"Menindaklanjuti Inpres No.6 2018, yaitu bahwa permasalahan penyalahgunaan narkoba ini sudah menjadi isu nasional. Dimana setiap instansi maupun pemerintah harus saling peduli untuk mengantisipasinya," kata Faisal.

Kemenpora terus membuka dan mencoba menciptakan kader-kader inti pemuda di setiap wilayah untuk turut serta mengurangi penyalahgunaan zat terlarang itu. Saat ini KIPAN telah masuk ke wilayah DKI Jakarta yang merupakan sesi terakhir.

Sebelumnya, Kemenpora telah menggelar pengukuhan KIPAN pada dua titik berbeda, yakni di Aceh dan Bali. Demi menyukseskan programnya, Kemenpora pun menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) dan juga Kemenko PMK.

Kedepan, jelas Faisal, pelatihan KIPAN hang telah berjalan sejak 2016 itu, tidak akan terbagi menjadi tiga wilayah saja, melainkan diperluas demi meminimalisir serta mematikan ruang gerak peredaran narkoba di penjuru tanah air, khususnya tempat yang rawan disusupi narkoba.

Program yang diinisiasi Kemenpora melalui Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda pun mendapat respon positif Kombes Pol Ricky Yanuarfi, khususnya terkait digelarnya pelatihan di ibu kota. Ia mengatakan penyebaran narkoba di Jakarta masih paling tertinggi dibandingkan provinsi dan kota lainnya.

"Di Jakarta pengguna narkotika 2,18 persen dari jumlah penduduk. Itu artinya Jakarta merupakan ranking pertama terhadap penyalahgunaan narkoba. Perlu ada perhatian khusus dari pemerintah setempat, dari semua komponen, stakeholder, agar ke depan generasi Jakarta bisa terproteksi terjaga dengan baik," jelas Ricky.

#Kipan   #Pemuda   #narkoba   #Kemenpora   #BNN   #Faisalabdullah   #Jakarta   #