Begini Syarat Pekerja Terinfeksi Covid-19 Ditanggung BPJAMSOSTEK

Arbi
Begini Syarat Pekerja Terinfeksi Covid-19 Ditanggung BPJAMSOSTEK
Webinar yang digelar BPJAMSOSTEK bertema “Tetap Produktif di Masa Pandemi Bersama BPJAMSOSTEK”

Jakarta, HanTer - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Pusat menggelar webinar bertema “Tetap Produktif di Masa Pandemi Bersama BPJAMSOSTEK”, pada Kamis (19/11/2020). Sedikitnya, 680 peserta dari stakeholder terlibat dalam kegiatan ini.

Pentingnya kegiatan ini digelar lantaran masih kurangnya pemahaman peserta BPJS Ketenagakerjaan terhadap Kecelakaan Kerja (KK) dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) termasuk penyakit yang disebabkan oleh Covid-19, peran dan fungsi dokter penasehat dalam kasus KK/PAK, serta sebagai salah satu bentuk kegiatan promotif dan preventif BPJAMSOSTEK tahun 2020.

Webinar tersebut dibuka langsung oleh Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK, Khrisna Syarif, dan dilanjutkan dengan penyampaian materi dari sejumlah narasumber yaitu Dr. dr. Sudi Astono, MS dari Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) selaku Kasubdit Pengawasan Norma Jamsostek, dr. Tresye Widiastuty Paidi, MKM selaku Dokter Penasehat Ketenagakerjaan, dan Asisten Deputi Bidang Kendali Mutu Operasional Program dan Investigasi Klaim BPJS Ketenagakerjaan dr. Tri Pambudi Santoso MAP, CDMP.

”Kasus PAK itu berkaitan dengan kerja yang spesifik dan penyebab yang spesifik. Misalnya seorang tenaga medis yang bekerja di rumah sakit, pekerja klinik, pekerja laboratorium di Faskes penanganan COVID-19 kemudian pekerja tertular COVID-19 dari pasien di tempat kerjanya itu, berarti dapat dikategorikan kasus PAK,” ungkap Sudi.

Sudi menyatakan, Kemnaker membuat peraturan jika kasus PAK COVID-19 merupakan faktor risiko biologi yang berhak mendapatkan santunan program JKK sesuai akibat yang ditimbulkannya. ”Sebenarnya di Undang-Undang sudah ada hanya mempertegas saja. Faktor risiko biologi di tempat kerja adalah PAK berhak mendapat jaminan kecelakaan kerja, yang dibayar oleh BPJAMSOSTEK. Kalau belum peserta BPJAMSOSTEK yang bayar haruslah pemberi kerja,” cetusnya.

Sudi menegaskan, penerapan norma K3 dan keikutsertaan program BPJAMSOSTEK sangatlah penting. Karena setiap pekerjaan dihadapakan pada kondisi risiko. Menurutnya, risiko tersebut tidak bisa dicegah sepenuhnya. Dengan menjadi peserta BPJAMSOSTEK paling tidak risiko yang dialami akan lebih ringan dan akibat yang ditimbulkan dari risiko KK/PAK mendapatkan santunan BPJAMSOSTEK.

Bahkan, kata Sudi, ”Jika sembuh, cacat, atau meninggal dunia, ada kompensasi beasiswa, ada santunan 48 kali gaji bagi ahli waris. Beda kalau PAK tapi ditangani oleh BPJS Kesehatan, ahli waris dapatnya hanya JKM (Jaminan Kematian) dan JHT (Jaminan Hari Tua). Dengan demikian, di era pandemi ini pekerja akan lebih merasakan manfaat program BPJAMSOSTEK.” cetusnya.

Sementara itu Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Jakarta Gambir Chairul Arianto mengatakan “Kami sangat mendukung peserta yang melakukan pengajuan klaim PAK, saat ini kasus yang dilaporkan masih sangat sedikit karena kurangnya pemahaman peserta dan perusahaan. Syarat yang sering terlewati oleh peserta biasanya adalah PAK tersebut harus ditetapkan berdasarkan penetapan petugas pengawas ketenagakerjaan atas pertimbangan medis dari dokter penasehat maupun dokter spesialis okupasi”.

Dengan terselenggaranya acara ini diharapkan peserta BPJAMSOSTEK lebih memahami ruang lingkup Kecelakaan Kerja (KK) dan penyakit akibat kerja (PAK) termasuk yang disebabkan COVID-19 serta prosedurnya. Sehingga lebih banyak lagi peserta yang memperoleh manfaat dari program Jaminan Kecelakaan Kerja.

Peserta juga diharapkan memahami peran dan fungsi dokter penasehat dalam membantu Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan pada proses penetapan kasus KK-PAK, seperti persentase kecacatan baik cacat anatomis ataupun cacat fungsi dan penegakan kasus PAK.

Selain itu, dengan acara ini perusahaan dapat lebih meningkatkan perhatiannya dalam penerapan norma-norma K3 khususnya dalam situasi pandemi COVID-19 sekarang ini. Dan sebagai tujuan utamanya adalah para pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman yang tentunya akan meningkatkan produktifitas kerja yang berdampak pada pemulihan perekonomian Indonesia.