Tajuk: Libur Panjang Aman Nyaman Tanpa Covid-19

***
Tajuk: Libur Panjang Aman Nyaman Tanpa Covid-19

Pada libur nasional dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad pada 28-30 Oktober 2020, masyarakat diimbau untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin agar tidak terjadi kenaikan kasus COVID-19.

Pemerintah meminta semua stakeholder dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat yang ingin berlibur dapat melaksanakan protokol kesehatan dengan penuh kedisiplinan, penuh rasa kepedulian. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio 
mengatakan, saatnya peduli terhadap diri kita sendiri, keluarga, sahabat, teman-teman, dan tentunya yang tidak kalah penting terhadap sektor pariwisata. Dengan kepedulian yang tinggi dalam melaksanakan protokol kesehatan sang menteri yakin sektor pariwisata akan segera bangkit kembali.

Presiden Joko Widodo pada Senin 19 Oktober 2020, ia menggelar rapat terbatas yang khusus membahas antisipasi penyebaran COVID-19 saat libur panjang pada akhir Oktober ini dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan setiap daerah agar keluarga-keluarga di dalamnya memulai untuk saling menjaga, siapa yang akan pulang kampung didata di tiap daerah, kampung, desa, kelurahan.

Kepala daerah diminta untuk mengidentifikasi destinasi wisata di daerahnya dalam beberapa hari terakhir dan menginstruksikan kepada pengelolanya agar mengatur sedemikian rupa terkait penataan kapasitas agar tak menimbulkan kerumunan.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 memperingatkan bahwa berdasarkan pengalaman sebelumnya libur panjang memiliki potensi peningkatan kasus baru COVID-19 dipengaruhi faktor mobilitas masyarakat yang tinggi.

Menurut Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19 Dr. Dewi Nur Aisyah, kasus pada saat libur Idul Fitri pada 22-25 Mei 2020 tidak menunjukkan kenaikan signifikan. Tapi, dua pekan setelahnya sekitar 6-28 Juni 2020 terjadi peningkatan besar kasus baru.

Berdasarkan data Satgas COVID-19, dalam pekan terakhir Mei 2020 saat terjadi libur panjang Idul Fitri rata-rata penambahan kasus selama satu pekan adalah 600 kasus per hari. Terjadi kenaikan sedikit pada pekan pertama Juni 2020 dengan rata-rata 674 kasus per hari.

Tapi rata-rata kasus mulai melonjak pada pekan kedua Juni 2020 dengan 1.013 kasus per hari. Angka itu kemudian terus mengalami kenaikan hingga pada pekan ketiga Juni terdapat rata-rata 1.088 kasus dan pekan keempat 1.159 kasus.

Hal itu menunjukkan jumlah kasus harian dan kumulatif per pekan mengalami kenaikan sekitar 69-93 persen sejak libur Idul Fitri dengan rentang 10-14 hari.

Hal yang sama juga terjadi dalam masa liburan panjang pada Agustus 2020 yang memiliki libur Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus 2020 dan libur panjang Tahun Baru Islam 20-23 Agustus 2020. Setelah rangkaian liburan itu terlihat kenaikan kasus signifikan pada 1-3 September 2020.

Menurut Dewi, faktor libur panjang akan menjadi potensi penularan ketika mobilitas penduduk meningkat karena dapat menimbulkan kerumunan yang tidak mematuhi protokol kesehatan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan atau 3M.

Kita harapkan masyarakat yang hendak libur panjang untuk menghindari kerumunan. Juga menerapkan protokol kesehatan antaranya menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Dengan demikian liburan menjadi aman dan nyaman.

Adalah pilihan sangat bijak dan tepat jika masyarakat tidak mengisi waktu libur diluar rumah. Lebih aman mengisi liburan dengan keluarga di rumah, sehingga terhindar dari penularan Covid-19.

Publik harus mengetahui Covid-19 semakin ganas. Penyebarannya tak pernah henti terus menelan korban jiwa. Jumlah kasus terus meningkat. Pertambahan kasus Corona ini tentu menjadi keprihatinan kita bersama. Karenanya untuk menurunkan jumlah kasus positif corona di Indonesia, seluruh rakyat harus memiliki kesadaran bersama untuk sama-sama mencegah penyebarannya.

Salah satu cara untuk mencegah corona, masyarakat harus disiplin dan ketaatan mengikuti protokol kesehatan.  Seluruh masyarakat harus waspada, tetap hati-hati, dan patuh terhadap protokol kesehatan agar terhindar dari penularan covid-19. Selalu pakai masker, hindari berkumpul atau beramai-ramai di tempat umum, lokasi perekonomian seperti pasar.

Kita sudah tidak sabar ingin kembali ke kehidupan normal seperti sebelum adanya Covid-19.  Untuk itu semua kunci utamanya adalah disiplin, terus menggunakan masker, mencuci tangan, jaga jarak, dan ketentuan protokol kesehatan lainnya.


 

#Libur   #cutibersama   #puncak   #corona   #covid-19   #wisata