BAZNAS Optimalkan Unit Pengumpul Zakat di Era New Normal

Arbi
 BAZNAS Optimalkan Unit Pengumpul Zakat di Era New Normal

Jakarta, HanTer - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus berupaya meningkatkan kontribusi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) pada institusi pemerintah, perusahaan milik negara maupun swasta di tengah kondisi negara yang saat ini sedang menghadapi pandemi Covid-19.

Komitmen ini disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) UPZ 2020 yang digelar secara daring dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, pada Rabu (21/10/2020).

Mengangkat tema “Penguatan Peran Pengelolaan UPZ BAZNAS dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Era New Normal” Rakernas UPZ 2020 salah satunya berfokus pada bagaimana mengoptimalkan peran UPZ dalam mengelola zakat untuk menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah kondisi pandemi.

Ketua BAZNAS, Prof.Dr.Bambang Sudibyo, MBA CA , memberikan apresiasi atas pencapaian pengumpulan dan penyaluran oleh UPZ yang mampu melakukan serapan hingga 99 persen, di mana dana yang telah ditunaikan Muzaki hampir seluruhnya telah disalurkan kepada para mustahik diantaranya mereka yang terdampak pandemi Covid-19.

"Ini sebuah hal bagus sekali, karena kita sedang pandemi, BAZNAS sangat memprioritaskan penanganan Zakat, Infak, dan Sedekah serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya memang untuk mereka yang terdampak pandemi. Saya ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran UPZ BAZNAS yang mengikuti rakernas," ujar Bambang, Rabu (21/10/2020).

Sebagai informasi, sejak Januari hingga September 2020 ini, UPZ BAZNAS berhasil menghimpun sekitar Rp123 Miliar atau telah melebihi realisasi penghimpunan sepanjang tahun 2019 yang berhasil mengumpulkan sebesar Rp116 Miliar. Untuk penyaluran hingga September 2020 UPZ BAZNAS seluruh Indonesia telah menyalurkan kurang lebih sebesar 85 Miliar dengan penerima manfaat berjumlah 67.082 orang.

Lebih lanjt, Bambang menambahkan agenda rakernas juga membahas penyusunan Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) tahun 2021, agar tercapai efektifitas dan efisiensi UPZ sebagai Mitra BAZNAS dalam mendorong penguatan pengelolaan zakat.

“Rakernas ini diharapkan menjadi media untuk konsolidasi, koordinasi dan untuk perencanaan operasi UPZ untuk tahun 2021. Semoga rakernas berjalan dengan efektif bisa membahas perencanaan tahun 2021, sehingga nanti pelaksanaan kerja UPZ 2021 bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, menyatakan, Rakernas UPZ memiliki arti penting untuk memonitor dan mengevaluasi capaian kinerja layanan pengelolaan zakat di kementerian, lembaga, BUMN, dan perusahaan swasta nasional.

Badan UPZ secara lebih luas harus berperan dalam peningkatan literasi zakat dan memperkokoh pondasi gerakan zakat di tanah air.

“Penguatan program UPZ BAZNAS di seluruh kluster menjadi sebuah keniscayaan dalam rangka pengembangan sistem pengelolaan zakat nasional, dan peningkatan peran zakat sebagai penyangga ketahanan sosial ekonomi umat di tengah pandemi. Semua UPZ yang terdata harus diupayakan sebagai menjadi UPZ aktif. Kemenag mengapresiasi berbagai langkah dan upaya yang dilakukan BAZNAS selama ini,” kata Kamaruddin.