Tips dan Trik Cerdas Mengolah Daging Sapi

Safari
Tips dan Trik Cerdas Mengolah Daging Sapi

 

Daging sapi merupakan sumber protein yang sangat disukai. Konsumsi daging sapi dapat membantu membangun otot sehingga, banyak binaragawan yang disarankan untuk rutin mengkonsumsi daging ini. Untuk membeli daging sapi juga tidaklah susah. Anda dapat membeli daging sapi di pasar. Anda juga bisa berbelanja daging di supermarket atau secara online untuk mendapatkan daging sapi segar yang berkualitas. Saat membeli daging sapi di pasar, tentunya ada beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan. Pasalnya, kesegaran daging sapi yang Anda gunakan akan sangat berpengaruh terhadap kualitas dari olahan daging yang akan dibuat. Untuk lebih jelasnya, simak tips memilih daging sapi berikut ini:

1.    Pilih Tempat Membeli Daging Sapi

Seperti yang sudah diungkapkan di atas, ada banyak tempat yang bisa dipilih untuk membeli daging sapi. Namun, Anda tetap harus seksama dalam memilih tempat membeli daging tersebut. Jika Anda memilih untuk berbelanja daging di pasar tradisional, maka pastikan lokasi pasar tersebut terjaga kebersihannya. Hindari membeli daging sapi di tempat yang terlihat sangat kotor dengan banyak lalat yang datang mengerubungi daging sapi yang dijual.

Membeli daging sapi secara online memang terasa lebih praktis. Namun, Anda juga harus lebih berhati-hati. Pasalnya, Anda tidak dapat mengecek langsung kondisi daging yang akan dibeli. Oleh karena itu, pilihlah toko online dengan kredibilitas yang terjamin dan memuaskan. Cek testimoni dari pembeli sebelumnya untuk mengetahui kredibilitas dari sang penjual. Sebaiknya pilih toko online yang berada dekat dengan rumah Anda. Atau, paling tidak berada di satu kota yang sama. 

2.    Perhatikan Warna dari Daging

Saat membeli daging, hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah tampilan visual dari daging tersebut. Daging sapi yang segar memiliki rona kemerahan alami. Hindari memilih daging sapi yang terlihat pucat atau malah berwarna kebiruan. Daging yang berwarna kebiruan berarti menunjukkan bahwa daging tersebut sudah tidak layak untuk dikonsumsi. 

3.    Perhatikan Tekstur Daging

Hal lainnya yang perlu Anda perhatikan saat memilih daging sapi adalah memeriksa tekstur daging. Daging sapi yang masih baru dan segar tentunya memiliki tekstur yang kenyal. Untuk mengeceknya, tekan beberapa bagian dari daging sapi tersebut dengan jari tangan. Jika permukaan daging tersebut kembali ke bentuk semula dengan cepat, maka daging sapi tersebut masih baru.

Sebaliknya, daging sapi yang sudah tidak baik biasanya memiliki tekstur yang lembek dan berlendir. Anda juga wajib waspada jika daging sapi tersebut mengeluarkan banyak sekali air. Daging dengan ciri-ciri tersebut merupakan ciri dari daging sapi gelonggongan. 

4.    Cium Aroma Daging Sapi

Selain memperhatikan tekstur daging dan warna, Anda juga perlu memperhatikan aroma dari daging sapi tersebut. Aroma daging sapi yang masih baru biasanya memiliki aroma khas daging yang masih segar. Namun, Anda perlu berhati-hati jika daging tersebut mengeluarkan aroma yang tajam menyengat, dan sedikit asam. Jika muncul aroma tersebut, maka itu merupakan indikasi daging sapi itu sudah tidak layak. 

5.    Hindari Memilih Daging Sapi dalam Kondisi Beku

Satu hal lain yang perlu diperhatikan saat membeli daging sapi adalah, hindari membeli daging sapi dalam kondisi beku. Banyak orang yang menyangka bahwa daging sapi yang beku memiliki kualitas yang paling baik. Padahal, daging sapi beku tidak selalu memiliki kualitas yang bagus. Jika dalam kondisi terpepet, sebenarnya sah-sah saja membeli daging sapi beku. Namun, hindari memilih daging sapi beku yang memiliki bunga-bunga es. Karena itu merupakan pertanda bahwa daging tersebut sudah disimpan sangat lama. Sehingga, kualitas yang dimiliki pun tentunya lebih rendah.

Ketahui Tips Menyimpan Daging Sapi

Setelah membeli daging sapi, mungkin Anda belum berniat untuk memasaknya. Anda dapat menyimpan daging sapi tersebut terlebih dulu untuk dimasak kemudian. Namun, Anda perlu tahu cara menyimpan daging sapi yang benar. Karena cara penyimpanan daging sapi dapat sangat berpengaruh terhadap keawetan dan kualitas dari daging sapi tersebut. Apalagi, jika Anda memang tidak langsung mengolahnya. Yuk, simak ulasan lebih lengkap tentang cara menyimpan daging sapi berikut ini:

1.    Segera Masukkan ke Dalam Kulkas

Jika Anda tidak berencana untuk mengolah daging sapi tersebut, sebaiknya segera menyimpannya ke dalam kulkas. Karena, daging jenis apapun memang sebaiknya tidak dibiarkan di suhu ruangan lebih dari 1 jam. Pada suhu ruang, bakteri pembusuk daging dapat berkembangbiak dengan cepat. Sehingga mengakibatkan kualitas daging tersebut menurun. Saat menyimpan di dalam kulkas pun, jangan serta merta memasukkannya ke dalam freezer. Letakkan dulu daging sapi tersebut di rak chiller dengan suhu sekitar 4oC. Hal tersebut dimaksudkan agar daging sapi tidak mengalami perubahan suhu yang terlalu drastis. Karena, perubahan suhu yang terlalu drastis ternyata juga bisa mengakibatkan kualitas daging sapi menjadi buruk. 

2.     Bungkus Daging dengan Rapat Saat Disimpan di Dalam Kulkas

Kondisi suhu di dalam kulkas yang sangat dingin secara otomatis akan mengakibatkan air di dalam daging jadi menguap dan mengakibatkannya menjadi keras dan alot. Fenomena mengerasnya daging di dalam kulkas tersebut dikenal dengan sebutan freezer burn. Untuk mencegah freezer burn, pastikan untuk membungkus daging dengan rapat terlebih dulu sebelum Anda memasukkannya di dalam kulkas. Pastikan alat pembungkus daging tersebut terbuat dari bahan yang aman dan tidak mengandung zat beracun yang berpotensi mengkontaminasi daging. Anda dapat membungkus daging sapi dengan menggunakan plastik dengan ziplock sebelum menyimpannya di dalam kulkas.

3.    Jangan Mencuci Daging 

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah mencuci daging sapi yang akan disimpan. Tentu saja, asumsi Anda adalah agar bakteri yang menempel pada daging sapi tersebut akan menghilang dengan proses mencuci. Namun, faktanya mencuci daging sebelum menyimpannya di dalam kulkas justru dapat mengakibatkan terjadinya freezer burn. Tak hanya itu, mencuci daging dengan air justru menambah jumlah bakteri yang menempel pada daging sapi tersebut. Menyimpan daging di dalam freezer sebenarnya sudah cukup ampuh untuk melumpuhkan bakteri pada daging tersebut. Untuk membunuh bakteri tersebut dengan sempurna, Anda harus memasaknya hingga benar-benar matang. 

4.    Periksa Temperatur Kulkas Terlebih Dulu

Sebelum menyimpan daging di dalam kulkas, Anda perlu mengetahui suhu kulkas yang tepat. Pastikan suhu kulkas berada di bawah -18oC untuk memastikan makanan yang Anda simpan terjaga kualitasnya. Selain itu, Anda juga perlu menjaga agar kulkas tersebut tidak terlalu penuh atau bahkan terlalu kosong. Hal tersebut berhubungan erat dengan efisiensi kulkas dalam mendinginkan daging nantinya. Kulkas yang terlalu penuh mengakibatkan proses pendinginan jadi semakin maksimal. Sedangkan kulkas yang kosong juga mengakibatkan pemborosan daya listrik.

Simak Trik Cerdas Mengolah Daging Sapi agar Empuk

Mengolah daging sapi memang susah-susah gampang. Salah langkah sedikit saja dapat mengakibatkan daging sapi menjadi keras, alot, dan sulit sekali dimakan. Kenikmatan menyantap olahan daging pun akan berkurang karenanya. Berikut adalah tips yang dapat membantu Anda mengolah daging sapi dengan tepat:

1.    Taburi Daging Sapi dengan Garam

Agar olahan daging sapi Anda empuk, jangan lupa untuk membalurinya dengan garam laut  terlebih dahulu. Garam laut memiliki peranan penting dalam menghancurkan ikatan protein pada daging. Dengan hancurnya ikatan protein tersebut, daging sapi pun akan memiliki tekstur yang lebih empuk saat diolah. Pertama-tama, taburkan garam laut dan balurkan ke seluruh permukaan daging. Selanjutnya, diamkan daging tersebut selama kurang lebih 1 jam. Setelah itu, baru bersihkan daging tersebut dengan menggunakan air mengalir.

2.    Manfaatkan Daun Pepaya untuk Membungkus Daging

Cara lainnya untuk membuat tekstur daging sapi jadi empuk sebelum diolah adalah dengan menggunakan daun pepaya. Kandungan enzim papain di dalam pepaya dapat membantu merubah tekstur daging sapi menjadi lebih empuk dan lembut. Gunakan daun pepaya muda dan remas-remas daun tersebut hingga getah daun keluar sepenuhnya. Selanjutnya, baluri seluruh permukaan daging sapi dengan daun tersebut. Setelah itu, diamkan selama kurang lebih 30 menit. Setelah itu, cuci daging hingga bersih untuk menghilangkan sisa-sisa getah. Sebaiknya, Anda tidak membungkus daging dengan daun pepaya dengan durasi lebih dari 30 menit. Karena, dikhawatirkan getah dari daun pepaya tersebut mempengaruhi citarasa dari daging. 

3.    Baluri Daging dengan Nanas

Di beberapa negara, nanas kerap digunakan untuk membantu membuat daging sapi menjadi lebih empuk. Selain membuat tekstur daging jadi lebih lembut, aroma nanas yang segar juga bisa menambahkan citarasa yang unik pada olahan daging Anda. Caranya sangatlah mudah. Pertama-tama, parut buah nanas dan gunakan parutan buah tersebut ke seluruh bagian daging sapi. Diamkan daging yang sudah dibaluri parutan nanas tersebut selama beberapa menit. Jangan terlalu lama, karena hal tersebut dapat mengakibatkan daging menjadi hancur. Cara ini sangat efektif untuk mengatasi daging yang terkena freezer burn. Setelah tekstur daging menjadi lembut, cuci bersih daging dan olah sesuai dengan selera. 

4.    Rendam Daging Sapi dengan Larutan Teh

Cara lain untuk membuat daging sapi menjadi empuk dan bau adalah dengan merendam daging tersebut dengan teh. Pertama-tama, buatlah 1-2 cangkir teh hitam pekat dan siramkan pada wadah berisi daging sapi yang akan Anda olah. Diamkan selama kurang lebih 30 menit. Teh hitam memiliki kandungan tanin yang dapat membantu membuat tekstur daging sapi menjadi lebih empuk. Aroma teh yang wangi juga dapat membuat citarasa daging menjadi lebih kaya. 

5.    Potong-potong Daging Sapi

Saat akan mengolah daging, Anda perlu memperhatikan ukuran dari daging tersebut. Daging sapi yang dimasak dalam kondisi potongan utuh tentunya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk matang. Selain itu, potongan daging yang terlalu tebal dapat mengakibatkan bumbu tidak dapat meresap secara maksimal. Proses memasak juga pastinya menjadi maksimal, dengan kondisi bagian dalam daging masih merah. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memotong atau mengiris daging tersebut menjadi kubus-kubus yang mudah dimakan. Daging yang diiris kecil-kecil lebih cepat empuk dan matang dengan sempurna. Selain itu, bumbu daging juga dapat meresap dengan lebih maksimal.

6.    Masak dengan Api Kecil

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan saat mengolah daging sapi adalah proses memasak yang menggunakan api besar. Mungkin Anda bermaksud untuk mempercepat proses pemasakan. Padahal, hal tersebut justru dapat mengakibatkan daging kehilangan cairan di dalamnya. Sehingga, daging sapi pun menjadi keras dan alot. Gunakan api kecil untuk memasak daging sapi. Walaupun kelihatannya lambat, api kecil justru dapat membantu daging sapi matang dengan sempurna. Citarasa bumbu yang dimasak dalam daging pun akan meresap dengan lebih merata. 

Itulah beberapa tips cerdas dalam mengolah daging sapi. Selamat berkreasi dengan berbagai macam olahan daging sapi menggunakan tips ini.
 

 

#Daging   #sapi