Intip Optimalisasi Peran Lazismu Lewat Survey Literasi Zakat

Romi
Intip Optimalisasi Peran Lazismu Lewat Survey Literasi Zakat
Lazismu gelar webiner optimalisasi zakat/ist

Jakarta, HanTer - Hingga kini masih banyak sebagian umat Islam yang belum paham tentang zakat, padahal zakat berfungsi untuk membersihakn harta kita. Selain itu, jika dikelola dengan benar bisa membantu menguatkan ekonomi umat.

Oleh karenanya, lewat edukasi mengenai zakat menjadi sangat dibutuhkan untuk mensosialisasikan masyarakat tentang pentingnya meningkatkan literasi zakat, khususnya bagi warga Muhammadiyah.

Terlebih, fenomena zakat di Indonesia memiliki potensi yang harus segera dimaksimalkan. Pengetahuan masyarakat tentang zakat sangat berpengaruh terhadap optimalisasi lembaga zakat agar dapat mendorong serta mengembangkan potensi zakat yang ada.

"Saejauh ini zakat bukan hanya tuntutan kewajiban agama atau sekedar pemenuhan kebutuhan spiritual. Namun juga terkait dengan regulasi, pengelolaan, pemanfaatan, pengembangan, hingga peningkatan indeks pendidikan dan ekonomi masyarakat," kata Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Hilman Latief, di webinar bertema Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah dan Upaya Edukasi Zakat di Persyarikatan yang digelar Lembaga amil zakat, infaaq, dan shadaqah Muhammadyah (Lazismu)  bekerjasama dengan Badan Zakat Nasional (Baznas), Sabtu  (26/9/2020).

Hal senanda diungkapkan Ketua Dewan Syariah Lazismu Pusat, Hamim Ilyas terkait indeks literasi zakat merupakan metode perhitungan tingkat pemahaman ilmu dan wawasan zakat masyarakat.

“Sayangnya, tingkat literasi zakat masyarakat masih rendah, lembaga dan SDM pengelola zakat kurang profesional, serta regulasi zakat yang masih bermasalah,” katanya.

Sedangkan, Peneliti Puskas Baznas, Abdul Aziz menyampaikan hasil riset dari Bank Indonesia pada 2018, terdapat tiga permasalahan utama yang menyebabkan pengumpulan zakat di Indonesia rendah.

“Pertama, masalah sistem. Tidak adanya kebijakan dan dorongan dari pemerintah akan pentingnya zakat. Kedua, masalah internal. Masih banyak masyarakat yang kurang percaya dengan lembaga amil zakat karena kurangnya keterbukaan dan lain sebagainya. Ketiga, masalah eksternal. Literasi zakat masyarakat Indonesia masih terbilang rendah,” jelas Abdul Aziz.

Ia juga menambahkan literasi zakat di kalangan anak muda masih tergolong sangat rendah. 60% masyarakat masih menunaikan zakat di luar lembaga zakat resmi.

Untuk itu, berdasarkan hasil survey online kepada warga Muhammadiyah untuk mengetahui tingkat pemahaman dan wawasan mengenai ilmu dan konsep zakat yang dimiliki oleh warga Muhammadiyah.

Survey ini dinamakan dengan Survey Indeks Literasi Zakat (ILZ). Indeks Literasi Zakat (ILZ) merupakan metode perhitungan tingkat pemahaman ilmu dan wawasan zakat masyarakat.

Survey ini dilaksanakan karena rendahnya tingkat literasi zakat masyarakat menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat penghimpunan dana zakat. Survey Indeks Literasi Zakat (ILZ) dikelola LAZISMU Pusat, didukung oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berserta Majelis, Lembaga, dan Ortom (MLO) Muhammadiyah.

Partisipan dari survey ini adalah warga Muhammadiyah baik simpatisan / jama’ah, anggota, pengurus, maupun pimpinan Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Bagaimana cara untuk mengikuti survey ini?

Cara untuk mengikuti survey ini adalah dengan mengunjungi halaman http://bit.ly/SurveyILZ dan mengisi kolom jawaban secara spontan dari pertanyaan-pertanyaan yang telah disediakan. Halaman tersebut bisa diakses melalui smartphone, tablet, laptop, dan komputer.