Warga Indonesia Dilarang Masuk ke Malaysia. Bagaimana Nasib WNI yang Mau Berobat? 

Safari
Warga Indonesia Dilarang Masuk ke Malaysia. Bagaimana Nasib WNI yang Mau Berobat? 
Ilustrasi

Jakarta, HanTer - Setelah membuka akses masuk dengan syarat tertentu di bulan Juli yang lalu, per tanggal 7 September 2020, pemerintah Malaysia kembali memberlakukan larangan masuk bagi warga Indonesia.

"Musyawarah Khusus Menteri-Menteri Mengenai Pelaksanaan PKP hari ini telah membuat keputusan untuk mengenakan pembatasan akses masuk ke Malaysia bagi pemegang visa jangka panjang dari tiga negara," kata Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob pada kesempatan jumpa pers Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) Hari Ke-168 di Putrajaya pada tanggal 1 September yang lalu, seperti dilaporkan oleh situs jpnn.com.

“Hal ini dilakukan karena mempertimbangkan terjadinya peningkatan kasus yang mendadak di beberapa negara. Keputusan ini diambil atas nasehat Kementrian Kesehatan Malaysia (KKM) untuk mencegah terjadinya penularan di dalam negeri yang disebabkan oleh kasus-kasus impor COVID-19” Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob menegaskan lebih lanjut. 

Adapun tiga negara yang dimaksud adalah Indonesia, Filipina dan India. Kriteria pembatasan warga negara asing dari tiga negara tersebut meliputi Penduduk Tetap (PR), visa Program Malaysia My Second Home (MM2H), ekspatriat semua kategori termasuk Profesional Visit Pass (PLIK), pas residen, pasangan warganegara Malaysia (Spouse Visa) dan mahasiswa/pelajar.

Menurut informasi yang diperoleh dari kantor berita Bernama, selain tiga negara yang telah disebutkan sebelumnya, larangan masuk juga diberlakukan kepada warga beberapa negara lain seperti Amerika Serikat, Brazil, Perancis, Inggris, Spanyol, Italia, Arab Saudi, Rusia dan Bangladesh.

Lalu bagaimana nasib para WNI yang ingin berobat ke Malaysia? WNI tetap bisa datang berobat asalkan mendapatkan persetujuan dari Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC). 

Akses masuk ke Malaysia dibatasi melalui jalur udara saja dan pasien hanya boleh didampingi oleh satu orang pendamping yang harus selalu standby selama pasien yang bersangkutan menjalani masa pengobatan. Khusus untuk pasien yang berusia dibawah 12 tahun, bisa didampingi oleh dua orang pendamping.

Sebagai informasi, untuk urusan berobat ke Malaysia ini Anda bisa dibantu oleh Medisata, perusahaan medical tourism terbesar di Indonesia yang telah berpengalaman membantu puluhan ribu WNI untuk berobat ke Negeri Jiran. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang prosedur berobat ke Malaysia khususnya Penang, Anda bisa menghubungi pihak Medisata melalui situs BerobatKePenang.com 

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pasien yang ingin berobat ke Malaysia antara lain:

1. Pasien harus mengajukan kasus pengobatannya kepada dokter spesialis yang ingin ditemui di Malaysia.

Pasien harus terlebih dahulu mengirimkan berkas resume medis yang terbaru, paspor pasien, dan paspor pendamping ke pihak Medisata agar bisa diteruskan ke dokter spesialis yang dituju. Dokter spesialis yang bersangkutan kemudian harus menyatakan kesediaannya untuk menangani kasus pasien tersebut sebelum proses bisa berlanjut ke tahap selanjutnya.

2. Kasus pasien harus diterima oleh pihak MTHC.

Jika dokter bersedia menerima kasus pasien, maka selanjutnya pihak dokter harus mengirimkan berkas pasien yang bersangkutan kepada pihak MHTC untuk bisa mendapatkan izin masuk ke Malaysia. 

3. Pasien harus datang menggunakan pesawat ambulan atau pesawat charter.

Setelah kasus pasien disetujui oleh MHTC, tahapan berikutnya adalah mengurus masalah transportasi untuk masuk ke Malaysia dengan menggunakan pesawat seperti yang tersebut di atas. 

Jenis transportasi lain seperti ferry (yang biasanya banyak digunakan pasien dari Pekanbaru atau Dumai untuk ke Melaka) atau jalur darat (seperti yang banyak digunakan pasien dari Pontianak, Singkawang, dan sekitarnya menuju Kuching) tidak diperbolehkan masuk.

Tiga hari sebelum berangkat ke Malaysia, pasien dan pendampingnya wajib menjalani test PCR Covid-19 dan hasilnya harus negatif.

4. Wajib install aplikasi MySejahtera.

Setibanya di Malaysia, pasien dan pendampingnya harus meng-install aplikasi khusus ke dalam smartphone yang disebut aplikasi MySejahtera.

Tujuannya adalah supaya pemerintah Malaysia bisa melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pasien selama menjalani proses berobat di sana.

5. Harus isolasi di RS selama 14 hari.

Pasien dan pendampingnya harus menjalani isolasi ketat selama 14 hari dan tidak boleh keluar dari rumah sakit. Pasien tidak diizinkan untuk melakukan isolasi mandiri di hotel ataupun apartemen.

Bagi Anda yang ingin mendapatkan informasi terbaru tentang berobat ke Malaysia khususnya Penang, bisa menghubungi pihak Medisata Indonesia dengan mengakses situs BerobatKePenang.com.