Cegah Penyebaran Covid-19, Santri Pesantren Assalafie Diajak Pakai Masker 

Romi
Cegah Penyebaran Covid-19, Santri Pesantren Assalafie Diajak Pakai Masker 
Sosialisasi santri pakai masker/ ist

Jakarta, HanTer – Guna menekan penyebaran Covid-19, PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk dan Gerakan Pakai Masker (GPM) berkolaborasi melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi penggunaan masker di Pondok Pesantren Assalafie Cirebon serta 23 Pesantren di Jawa Barat. 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran para santri dalam menjalankan protokol kesehatan serta mengajak lingkungan sekitarnya untuk ambil bagian dalam mencegah penyebaran virus Covid-19.

Ketua Umum GPM, Sigit Pramono menyatakan, pihaknya saat ini mengajak para pengurus pondok pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Jawa Timur untuk secara aktif membimbing para santri agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan saat berinteraksi dengan orang lain. 

“Menggunakan masker merupakan upaya paling minimal yang bisa kita lakukan. Karena dengan menggunakan masker yang baik dan benar, diyakini bisa menekan hingga 75% risiko penularan. Melalui kegiatan ini, kami harap para santri lebih disiplin menggunakan masker dan dapat ikut serta mengedukasi sekelilingnya untuk menggunakan masker dalam kehidupan sehari-hari,” kata Sigit, baru-baru ini.

Direktur PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk Shandra Noraya L diharapkan dapat menjadi gerakan sosial yang dapat membawa maslahat bagi para santri dan pengurus pesantren di Indonesia.

“Melalui program edukasi memakai masker di pesantren, GPM bersama Bank Panin Dubai Syariah Tbk turut melindungi kamu dan aku dan melindungi Indonesia,” kata Shandra.

Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU Abdurrouf mengatakan memakai masker, selain melindungi diri sendiri juga akan melindungi teman, keluarga, dan guru di pesantren.

“Di samping memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, para santriwan dan santriwati di pesantren juga harus menyeimbangkan gizi dan asupan, olahraga, serta istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh tetap terjaga,” ujarnya.

Ketua RMI PBNU KH Abdul Gfararrozin menyatakan keprihatinannya atas ancaman virus Covid-19 di pesantren. Tak sedikit Kiai yang meninggal akibat virus ini. 

Selain itu, kerja sama dengan  organisasi seperti GPM akan terus dilakukan untuk meningkatkan edukasi dan sosialisasi pemakaian masker dan mencuci tangan dengan benar serta menjaga jarak.

“Pesantren tidak boleh menyerah karena adanya wabah Covid-19. Para santri, guru dan keluarga pesantren harus terus ikhtiar lahir dan batin melawan virus Covid-19. Diharapkan, nantinya setiap pesantren dapat membentuk satgas masing-masing sehingga seluruh keluarga pesantren senantiasa terhindar dari wabah Covid-19,” tambahnya. 

Sebagai penyuluh, turut hadir pula dr. Sugeng Ibrahim dan dr.Yovi.  Selain sosialisasi dan edukasi, pada acara tersebut juga akan dilaksanakan pembagian masker dan beras untuk para santri.

#Santri   #Pakai   #Masker