Menkes : Bila Berlanjut, Insentif PPDS hingga Desember 2020

Safari
Menkes : Bila Berlanjut, Insentif PPDS hingga Desember 2020

Jakarta, HanTer - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto kembali menyerahkan bantuan insentif bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang bekerja selama masa pendemi COVID-19. Kali ini, pemberian insentif diberikan kepada sekitar 2000 - an PPDS atau dokter residen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jakarta Senin (7/9/2020) malam.

 

Hadir dalam pemberian insentif tersebut Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Plt Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Prof. Dr. Abdul Kadir, Sekjen Kemenkes drg. Oscar Primadi, MPH, Dirut RSCM dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K), serta jajaran dari kemenkes dan jajaran dari FKUI.

 

Sepuluh perwakilan PPDS dari berbagai program studi (Prodi) di FKUI menerima secara simbolik insentif yang diberikan langsung Menkes Terawan dan pejabat terkait. Dari sekitar 2000 an lebih PPDS di FKUI yang menerima insentif PPDS itu, sekitar 150 PPDS sudah menerima langsung insentif senilai Rp 9 miliar meski Menkes belum menyerahkan secara resmi insentif tersebut.

 

Para dokter muda ini akan mendapat insentif dari pemerintah sebesar Rp12,5 juta per bulan. Dana ini akan dicairkan per enam bulan dengan total Rp75 juta per mahasiswa.

 

Pemberian insentif kepada seluruh PPDS di seluruh Indonesia ini telah dianggarkan pemerintah dengan periode pencairan anggaran untuk Maret hingga Agustus 2020 sebesar Rp 1 Triliun sebagai penghargaan terhadap PPDS sekaligus sebagai stimulus ekonomi dan telah disetujui oleh Presiden Jokowi.

 

Program ini diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada PPDS yang berjuang di garda terdepan dalam penanganan COVID-19. Apabila program ini dinilai berhasil dan baik, bisa saja terus berlanjut dan para PPDS akan menerima insentif hingga Desember 2020.

 

"Kalau kebablasan sampai Desember ya... Rp 50 juta lagi. September sampai Desember. Tenang masih ada. Mau nggak teman-teman?". Para PPDS yang hadir menjawab serempak "Mauu...".

 

Dari banyaknya kampus yang sudah dikunjungi dan diberi insentif serupa, pada sambutannya di FKUI kali ini, Menkes Terawan membeberkan awal mulanya program ini digulirkan.

 

"Kenapa ini semua bisa muncul. Karena saya bersama Prof Kadir (Plt Dirjen Pelayanan Kesehatan Prof Dr Abdul Kadir) bisik-bisik betapa menjadi PPDS sengsaranya minta ampun. Terus kita berpikir apa yang bisa kita berikan supaya adik-adik kita ini tidak terlalu berat menghadapi situasi begini," ujarnya.

 

Akhirnya dengan memberanikan diri, Menkes Terawan menyampaikan keprihatiannya kepada Presiden Joko Widodo. "Eh disetujui, lalu saya berkirim surat ke Kementerian Keuangan. Jadi program ini sebenarnya dari Bapak Presiden," sebut Menkes Terawan.

 

Lebih jauh, mantan Direktur Utama RSPAD ini mengatakan ada tiga tugas berat dan mulia yang diemban oleh para PPDS yang tersebar di seluruh Indonesia ini. Yaitu pertama tugas sebagai seorang PPDS yang sedang menimba ilmu untuk meraih cita-cita menjadi dokter spesialis dari program studi (proidi) yang digelutinya.

 

Lalu kedua, disela menuntut ilmu untuk menjadi dokter spesialis, para PPDS juga terpanggil ikut berjuang membantu pemerintah dan membantu masyarakat yang lemah karena terjangkit COVID-19.

 

"Dan ketiga yang paling berat, adalah di situasi yang sudah PPDS, masih juga harus melayani keluaraga. Itu tantangan yang sangat berat. Karena itu mudah-mudahan ini menjadi berkah dan diridhio Tuhan yang maha kuasa," ujarnya.