H Jubaidi Adih : Hidupkan Bazis untuk Kebarokahan DKI Jakarta

Safari
H Jubaidi Adih : Hidupkan Bazis untuk Kebarokahan DKI Jakarta

Jakarta, HanTer - Dileburnya Badan Amil Zakat dan infaq/shadaqah (BAZIS) DKI Jakarta menjadi unit di bawah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berujung polemik. Sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, BAZIS DKI masuk menjadi bagian dari Baznas. Setelah BAZIS DKI resmi menjadi bagian Baznas, total sudah ada 34 Baznas tingkat provinsi yang menggabungkan diri dengan Baznas sesuai dengan amanat undang-undang

 

Namun dileburnya BAZIS DKI ke dalam Baznas ditentang sejumlah pihak. Satu di antara yang menentang adalah mantan ketua Bazis DKI, H Jubaidi Adih. Alasannya selama ini keberadaan Bazis DKI telah memberikan banyak manfaat baik kepada mustahiq atau lainnya. Bahkan pendapatan Bazis DKI juga sangat membanggakan karena bisa meraih ratusan milyar rupiah setiap tahunnya dari para pembayar zakat, shodaqoh dan infaq.

 

H Jubaidi malah mempertanyakan jika keberadaan Bazis DKI dinilai ilegal. Apalagi jika legalitas tersebut menyangkut nama yang berbeda dengan Baznas. Karena Baitul Maal di Aceh juga tidak menggunakan nama Baznas. Karena pada dasarnya nama Baznas/Bazis yang saat ini berlaku di DKI Jakarta juga tidak ada di undang-undang sebelumnya. Sehingga jangan katakan ilegal jika Bazis DKI bakal didirikan kembali.

 

"Bagaimana adanya lembaga zakat ditiap tiap masjid dengan mengadakan penarikan zakat, infaq dan sodaqoh dikelola sendiri?," tanya H Jubaidi, Rabu (2/9/2020).

 

H Jubaidi menegaskan, secara peraturan UU pengelolaan zakat oleh Bazis DKI Jakarta tidak bertentangan, karena prinsipnya secara operasional menginduk kepada peraturan. Bahkan ketika DKI Jakarta dipimpin Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga memberikan dukungan yang kuat agar keberadaan Bazis tetap dipertahankan.

 

"Beliau (Ahok) mencontohkan membayar zakat Rp 56 juta dan siap dipotong gajinya untuk Bazis," tegasnya.

 

H Jubaidi memaparkan, dengan dihilangkannya keberadaan Bazis maka akan membuat kebarokahan DKI Jakarta hilang. Hal ini seperti banyaknya masalah yang saat ini menerpa DKI Jakarta. Karena Bazis merupakan marwah bagi DKI Jakarta. Apalagi sebelum dilebur menjadi Baznas, keberadaan Bazis telah memberikan manfaat untuk para penerimanya.

 

"Semoga saja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa terketuk hatinya untuk memisahkan kembali Bazis menjadi badan zakat, shodaqoh dan infak secara tersendiri, tidak digabung dengan Baznas," paparnya.

 

Sementara itu, Direktur Utama Baznas M Arifin Purwakananta enggan menjawab WhatsApp (WA) yang menghubunginya, Kamis (3/9/2020).

Arifin Purwakananta hanya membaca WA, namun tidak berkenan memberi jawaban atas permintaan konfirmasi pernyataan Zubaidi tersebut. Hal ini sangat disayangkan karena Arifin berkompeten menanggapi pendapat KH Zubaidi.

#Baiz   #baznas