Universitas Nasional Sayangkan Tindakan Anarkis Oknum Mahasiswa

An
Universitas Nasional Sayangkan Tindakan Anarkis Oknum Mahasiswa
Aksi anarkis yang terjadi adalah pengerusakan mobil dosen Universitas Nasional dan Tindakan kekerasan terhadap karyawan serta pihak keamanan universitas.

Jakarta, HanTer - Universitas Nasional menyayangkan adanya tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum mahasiswa saat unjuk rasa pada Rabu (11/6/2020) di depan gerbang kampus Pejaten. Aksi anarkis yang terjadi adalah pengerusakan mobil dosen Universitas Nasional dan Tindakan kekerasan terhadap karyawan serta pihak keamanan universitas.

Penghalangan yang disertai dengan pengerusakan terhadap mobil dosen terjadi pada saat mobil tersebut ingin keluar  kampus setelah dosen yang bersangkutan selesai memberikan kuliah secara online. Aksi unjuk rasa yang berlangsung dari pagi hingga menjelang magrib ini membuat banyak  karyawan  yang tidak dapat pulang sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh kampus, yang mengikuti anjuran pemerintah dalam masa new normal ini.

Akhirnya, karena hingga menjelang magrib, massa tidak menunjukkan tanda-tanda untuk membubarkan diri dan tetap menghalangi pintu keluar, beberapa pihak keamanan pun mengamankan jalan agar karyawan universitas dapat pulang ke rumah masing masing. Pada saat itulah, beberapa oknum mahasiswa peserta unjuk rasa memprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis tersebut. Seorang karyawan dan Dosen serta pihak keamanan Universitas Naional  di pukul oleh oknum tersebut.

‘’Tindakan ini tidak mencerminkan perilaku seorang mahasiswa. Kami sangat menyanyangkan aksi anarkis. Tindakan anarkis ini harus diproses secara akademik maupun hukum,’’ ungkap Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Nasional, Dr. Zainul Djumadin, M.Si.

Unjuk rasa yang telah memasuki hari ke dua ini ditengarai merupakan aksi solidaritas mahasiswa, terhadap kawannya yang dipanggil oleh pihak kampus untuk dimintai keterangan terkait dengan penyebaran berita bohong (hoaks) dan pencemaran nama baik universitas, pada media sosial. Akibat postingan yang tidak bertanggung jawab, pihak Universitas Nasional tentunya sangat dirugikan baik dari sisi material maupun inmaterial.

Jelas sungguh ironi jika melihat generasi muda yang semestinya  mereka menuntut ilmu di kampus, memperbaiki tatanan belajar yang baru di masa pandemic ini, bukan malah menghancurkan kampus, besikap anarkis, merusak mobil dosen dan melakukan tindakan fisik terhadap karyawan maupun dosen, tambah Zainul.