Viral Video Anak Merokok, Lentera Anak: Pelanggaran Peraturan dan Hak Anak

Safari
Viral Video Anak Merokok, Lentera Anak: Pelanggaran Peraturan dan Hak Anak
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Baru-baru ini viral video sekelompok anak yang merokok bersama-sama di suatu daerah di Indonesia. Aksi anak-anak merokok tersebut diduga pada situasi Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Minggu (24/5/2020) kemarin.

Yayasan Lentera Anak sebagai lembaga yang fokus pada perlindungan anak sangat menyayangkan kejadian tersebut. Karena tampak dan terlihat orang dewasa di sekitar anak-anak tersebut membiarkan dan tidak memberikan perlindungan serta mencegah anak merokok.

"Dan untuk itu, Lentera Anak telah melaporkan video ini kepada Kemenkes, Kementerian PPPA dan KPAI untuk  dilakukan tindaklanjut  terhadap kasus ini," kata Ketua Lentera Anak, Lisda Sundari di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Lisda menuturkan, rokok merupakan produk berbahaya yang mengandung nikotin dan telah terbukti dapat merusak kesehatan. Lebih parahnya anak yang mengonsumsi rokok telah terbukti dapat berpengaruh terhadap kerusakan otak prefrontal yang berfungsi untuk mengambil keputusan dan konsentrasi. 

Peraturan Pemerintah nomor 109 Tahun 2012 menyatakan bahwa dilarang menjual rokok kepada anak dan harus melindungi anak dan kaum rentan dari konsumsi rokok. Begitu juga UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak mewajibkan semua pihak termasuk masyarakat untuk melindungi anak dari zat adiktif. 

"Apa yang terjadi pada video tersebut telah melanggar peraturan dan melanggar hak anak serta menunjukan belum adanya kesadaran bersama untuk melindungi anak dari bahaya rokok," paparnya.

Lisda memaparkan, definisi anak di dalam UU Perlindungan Anak adalah semua orang dari kandungan hingga berumur 18 tahun. Oleh karena itu semua pihak, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara harus memberikan perlindungan kepada anak dari bahaya rokok, baik itu konsumsi rokok atau bahaya asap rokok.

"Orang tua dan orang dewasa sebagai pelindung anak terdekat harusnya  mencegah anak dari konsumsi rokok bukan menyediakan rokok dan memberikannya kepada anak," tegasnya.

Pemerintah daerah, sambung Lisda, harus memberikan peraturan yang tegas agar anak tidak mengonsumsi rokok dengan melarang iklan promosi sponsor rokok, memberikan sanksi penjualan rokok pada anak dan menegakan Kawasan tanpa rokok.

Selain itu, dia juga mendesak Pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap upaya perlidungan anak dari konsumsi  dan bahaya rokok dengan peraturan yang kuat dan komprehensif.

#Anak   #rokok