Waspadai Gangguan Jantung di Tengah Pandemi Covid-19

arbi
Waspadai Gangguan Jantung di Tengah Pandemi Covid-19
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP,

Jakarta, HanTer - Pandemi Covid-19 telah menimbulkan berbagai dampak di bidang kesehatan, serta sosial dan ekonomi.  Namun di tengah kewaspadaan terhadap pandemi ini, beberapa bulan terakhir masyarakat dikejutkan dengan beberapa tokoh terkenal di Indonesia yang meninggal mendadak. Salah satunya, disebabkan oleh penyakit jantung.

Penyakit jantung telah dikenal sebagai salah satu gangguan kesehatan yang mematikan dan bisa menyerang tiba-tiba pada mereka yang sebelumnya relatif tidak ada keluhan, sehingga dijuluki sebagai silent killer.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, mengungkapkan, seringkali gejala penyakit jantung tidak selalu bisa dikenali. Ada penderita sakit jantung yang sudah mengalami berbagai keluhan khas seperti nyeri dada, berdebar, sesak napas atau pingsan berulang. Tapi, tidak jarang penderitanya tidak bergejala sama sekali atau memiliki gejala ringan yang tanpa disadari, padahal mereka sudah memiliki risiko tinggi.

“Justru kondisi tanpa gejala ini cenderung lebih berbahaya. Hal ini dikarenakan penderita belum menyadari dirinya terkena gangguan jantung, sehingga perlu dilakukan pengenalan penyakit lebih lanjut melalui skrining atau penilaian faktor risiko,” kata Leonardo dalam media gathering virtual di Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Ia menuturkan, penilaian faktor risiko merupakan langkah yang penting untuk mendeteksi penyakit jantung pada tahapan awal sebelum berkomplikasi dan menimbulkan gejala. Mereka yang tergolong berisiko meliputi usia lanjut, wanita pasca-menopause, faktor keturunan di keluarga, kegemukan, perokok, gangguan kolesterol dan penderita dengan penyakit kronik lain seperti stroke, diabetes melitus, hipertensi, dan gangguan ginjal.

Selama pandemi ini, masyarakat memang disarankan meminimalkan kunjungan ke tempat umum, termasuk rumah sakit jika kondisi tidak mendesak. Namun di samping mengkhawatirkan risiko penularan COVID19, masyarakat juga hendaknya mempedulikan kondisi kesehatan lainnya terutama bagi penderita penyakit jantung yang perlu kontrol rutin.

Inovasi Layanan

Bagi mereka yang merasakan gejala yang diduga karena masalah jantung, disarankan juga segera memeriksa kondisi sebelum bertambah buruk. Tak hanya itu, seseorang yang berisiko tinggi sebaiknya juga terus melakukan evaluasi berkala sesuai waktu yang ditentukan.

“Kita tak boleh abai dalam memantau kesehatan jantung sendiri, karena penyakit yang menyerang jantung termasuk penyakit serius yang kronik. Jadi, jangan takut berobat ataupun menjalani prosedur medis jika memang dibutuhkan sebelum terlambat,” ucapnya.

Saat ini, ungkap dia, Siloam Hospitals Kebon Jeruk telah dilengkapi dengan layanan telekonsultasi dan home care yang dapat menjadi solusi ideal di tengah pandemi. Untuk menggunakan layanan telekonsultasi Siloam Hospitals, pasien dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi Aido Health.

Setelah memilih rumah sakit, jadwal konsultasi yang tersedia, dan melakukan pembayaran, pasien dapat memeriksa kotak masuk di email untuk mendapatkan tautan meeting dan password Zoom yang akan digunakan untuk video call.

Selain telekonsultasi, Siloam Hospitals juga menyediakan layanan home care, yaitu pasien dapat  memanggil jasa dokter, perawat, fisioterapis, dan rehabilitasi medik ke rumah sesuai dengan tindakan medis yang dibutuhkan, antara lain perawatan luka, fisioterapi, pelayanan paliatif untuk penyakit kanker, hingga skrining COVID-19.