Akibat Longsor Dua Warga Hilang Belum Ditemukan 

Ant



Padang, HanTer - Hingga kini Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan tanah longsor yang terjadi di Desa Guguk Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat pada Ahad (5/4) menyebabkan dua orang hilang.
"Tanah longsor yang terjadi karena intensitas hujan tinggi menimpa dua unit rumah dan beberapa bangunan," kata Agus, Senin (6/4/2020).
Dikutip dari Antara, Agus mengatakan tanah longsor yang terjadi di desa yang masuk dalam wilayah Kecamatan Batiputih Selatan itu terjadi pada pukul 05.30 WIB.
Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Datar telah melakukan kaji cepat dan mencari korban bersama unsur TNI/Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dan warga setempat. 
4 Desa Terendam
Di tempat terpisah, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus WIbowo mengatakan banjir yang terjadi di Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur sejak Sabtu (4/4) telah merendam empat desa.
"Menurut laporan BPBD Kabupaten Paser, banjir terjadi setelah Daerah Aliran Sungai Kandilo meluap karena tidak mampu menampung peningkatan debit air yang dipicu intensitas curah hujan yang tinggi," kata Agus, Ahad.
Agus mengatakan banjir merendam empat desa yang tinggi muka air 50 centimeter hingga 150 centimeter, yaitu Desa Batu Kajang, Desa Songkak, Desa Kasungai, dan Desa Legai.
Warga yang terdampak paling banyak di Desa Batu Kajang, yaitu 347 kepala keluarga atau 1.242 jiwa, kemudian Desa Songkak (101 kepala keluarga/357 jiwa), Desa Kasungai (33 kepala keluarga/102 jiwa), dan Desa Legai (148 kepala keluarga/557 jiwa) sehingga total warga terdampak 629 kepala keluarga/2.258 jiwa.
"Laporan sementara, tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir tersebut. Namun, beberapa rumah dan bangunan rusak karena terdampak banjir. Kerugian akibat banjir masih dalam pendataan lebih lanjut," tuturnya.
Tim gabungan telah bersiaga untuk menanggulangi banjir, antara lain dari BPBD Kabupaten Paser, Polser Batu Sopang, Koramil Batu Sopang, Palang Merah Indonesia (PMI) Ranting Batu Sopang, beberapa badan usaha, relawan, dan masyarakat.