Miris, Dua Balita Ditemukan Tewas Meninggal Dunia

Ant


Batang, HanTer – Sejauh ini Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, menemukan dua anak balita tewas tenggelam di Sungai Desa Sawahjoho, Kecamatan Warungasem, Kamis malam.
Dikutip dari Antara, Kepala Kepolisian Sektor Warungasem Iptu Achmad Aries di Batangmengatakan bahwa peristiwa itu terungkap setelah ayah korban, Sutoyo (36) mendengar dua teman korban menangis di pinggir sungai.
Kemudian saksi atau ayah korban, kata dia, mengajak dua teman korban yaitu Mifdan (4) dan Suroji (4) yang menujukkan ke arah sungai sambil menyatakan jika korban Najhad Hadi (2) dan Nofan (4) tenggelam.
"Ayah korban pun langsung minta bantuan pada warga untuk melakukan pencarian terhadap para koban. Korban Najhad ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB dan Nofan pada pukul 21.15 WIB," katanya, Kamis (2/4/2020) malam.
Ia mengatakan polisi yang mendengar peristiwa tenggelamnya dua anak balita, langsung menghubungi tim pencari dan penyelamat, koramil, BPBD, serta warga untuk melakukan pencairan meski kondisinya mulai gelap.
Semula, kata dia, pencairan terhadap korban akan dihentikan mengingat kondisi sudah mulai gelap dan luapan air cukup deras, namun warga tetap meminta tim SAR, BPBD, TNI, dan Polri melakukan pencairan.
"Kami pun tidak bisa menolak dan menerima permintaan warga melakukan pencarian terhadap para korban. Korban terkahir akhirnya ditemukan sekitar pukul 21.15 WIB. Kasus ini masih diselidiki oleh polisi," katanya.
3 Tahun Penjara
Di lain pihak, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Garut, Jawa Barat, memvonis terdakwa wanita pemeran dalam kasus video mengandung pornografi selama tiga tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider tiga bulan penjara karena terbukti melanggar Undang-undang Pornografi.
"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dikenai hukuman pidana tiga tahun dan denda Rp1 miliar subsider tiga bulan penjara," kata Ketua Majelis Hakim Hasanuddin saat sidang putusan di Pengadilan Negeri Kabupaten Garut, Kamis.
Pelaksanaan sidang putusan terhadap terdakwa inisial V itu digelar secara virtual, yaitu telekonferensi, karena adanya aturan mencegah penyebaran wabah COVID-19 di Garut.
Sidang secara jarak jauh itu yakni ketua majelis hakim dan anggota melaksanakan sidang di Pengadilan Negeri Garut, kemudian jaksa penuntut umum dan pengacara di Kantor Kejaksaan Garut, sedangkan terdakwa di Rumah Tahanan Garut.
Ketua Majelis Hakim Hasanudin menyatakan, terdakwa bersalah secara sah terlibat dalam adegan video asusila itu sehingga melanggar Pasal 8 Undang-undang Pornografi.
"Terdakwa bersalah secara sah dan turut serta dalam objek yang mengandung pornografi," katanya.