Awas, Masyarakat Harus Tetap Waspada Pascagempa Sigi

Ant

 

Palu, HanTer – Sejauh ini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengimbau masyarakat untuk tetap waspada usai terjadinya gempa bumi di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah dengan kekuatan magnitudo 5,8 mengingat masih adanya gempa susulan.
Kepala Bidang Mitigasi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan aktivitas gempa masih terus terjadi di sekitar pusat gempa sehingga masyarakat harus lebih waspada.
"Dengan masih terus terjadi aktivitas gempa di zona pusat gempa dan sekitarnya hingga saat ini, masyarakat diimbau agar tetap waspada mengingat gempa kuat hingga saat ini belum dapat diprediksi," kata Daryono, Ahad (29/3/2020).
Dikutip dari Antara, BMKG mencatat sedikitnya ada 40 gempa susulan sejak gempa pertama terjadi. Kekuatan gempa susulan tersebut bervariasi dengan terkecil magnitudo 2,0 dan terbesar magnitudo 4,4. Tren kekuatan magnitudo gempa susulan tersebut terlihat menurun meskipun data menunjukkan kekuatan gempa yang fluktuatif.
"Namun demikian, satu hal yang penting untuk dipahami oleh kita semua bahwa dalam beberapa kasus peristiwa gempa besar selalu didahului oleh serangkaian aktivitas gempa," kata Daryono.
Sebelumnya gempa mengguncang Sigi dan Palu Sulawesi Tengah pada Sabtu (29/3) malam pukul 22.43 WIB. Hasil monitoring BMKG hingga Minggu pagi, 29 Maret 2020 pukul 07.00 WIB telah mencatat sebanyak 40 kali gempa susulan.
BMKG mencatat tiga gempa susulan yang kekuatannya di atas magnitudo 4,0 yaitu gempa M=4,2 pada Sabtu pukul 23.22 WIB, gempa susulan berkekuatan M=4,4 pada Sabtu pukul 22.55WIB, dan gempa susulan berkekuatan M=4,1 pada Minggu pukul 06.45 WIB. 
Sedangkan, selama kurun waktu dua belas jam, dua Kabupaten di wilayah Sulawesi Tengah diguncang sebanyak 42 kali gempa. Gempa ini merupakan gempa susulan yang berawal dari gempa bumi dengan kekuatan 5.8 Magnitudo yang terjadi sekitar pukul 23:40 WITA, pada Sabtu (28/03) di Wilayah Kabupaten Sigi, Sulteng. Gempa ini juga diakibatkan oleh aktivitas sesar Palu Koro, pada Segmen Moah.