Hadapi Era Pandemi, Bupati Tabanan Beri Instruksi Batasan Jam Operasional Pasar

romi
Hadapi Era Pandemi, Bupati Tabanan Beri Instruksi Batasan Jam Operasional Pasar
Ilustrasi

Bali, HanTer - Bupati Tabanan Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti mengeluarkan kebijakan berupa intruksi upaya pencegahan penularan Covid-19. Kebijakan tersebut adalah membatasi aktivitas pasar dengan memberlakukan jam oprasional. Hal itu dilakukan guna mencegah resiko penyebaran virus corona atau covid-19.

Bupati Eka berkomitmen untuk melawan virus corona.

"Saya telah memberikan instruksi untuk membatasi jam operasional 12 pasar tradisional di Tabanan. Mulai hari ini seluruh pasar tradisonal hanya diizinkan buka dari jam 11.00 sampai 14.00 WITA. Virus Corona tidak tahan pada suhu tinggi, jadi pasar hanya buka saat tengah hari. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Corona dan kebijakan ini diberlakukan sampai waktu yang tidak ditentukan. Pokoknya sampai semuanya benar – benar sudah aman,” tutur Bupati Eka saat dihubungi melalui video conference, Sabtu (28/3/2020) malam.

Bupati Eka berasumsi bahwa pembatasan jam operasional lebih tepat dibanding larangan berjualan.

“Saya sangat tidak setuju kalau disaat wabah seperti ini pasar atau tempat perbelanjaan bahan makanan malah dilarang beroperasi. Masyarakat tetap harus memenuhi kebutuhan sehari hari tapi masyarakat pun tetap harus waspada. Saat belanja dilarang berkerumun, tetap jaga jarak aman 1 meter, jika perlu gunakan sarung tangan dan kacamata saat beraktifitas diluar ruangan,” papar Bupati Eka.

Pada video conference tersebut juga Bupati Eka mewajibakan masyarakat menggunakan jalur khusus.

“Saya sudah menyediakan pintu khusus untuk para pedagang dan pembeli. Di setiap pintu akan ada petugas yang berjaga. Setiap pedagang dan pembeli wajib memakai masker lalu akan masuk ke disinfectant spray room mencuci tangan di wastafel dan menggunakan hand sanitizer. Apapun akan kami lakukan demi kesehatan masyarakat Tabanan," terangnya.

Bupati Eka berharap masyarakat tidak belanja berlebihan.

“Untuk memaksimalkan upaya pencegahan penyebaran virus ini di tiap wilayah, nantinya setiap pasar akan dibentuk tim khusus yang terdiri dari camat, kepala pasar serta puskesmas. Jadi team ini harus stanby, dan melaporkan di satgas bencana via wa group. Masyarakat pun diharapakn untuk patuh terhadap kebijakan ini, tetap menjaga kesehatan dan belanja secukupnya. Belanja secara berlebihan akan mempengaruhi harga barang karena stock persediaan bahan sembako minim sementara permintaan masyarakat sangat banyak,” ungkap Bupati Eka.