Awas, Banjir Bandang dan Longsor Bakal Melanda Lebak

Ant

 

Lebak, HanTer -  Masyarakat Kabupaten Lebak, Banten kembali diminta mewaspadai banjir dan longsor sehubungan curah hujan  meningkat sejak Jumat  sore hingga malam pukul 21.00 WIB masih berlangsung dengan intensitas sedang.
"Kami minta warga yang tinggal di lokasi rawan bencana alam, jika hujan hingga dini hari agar dapat mengungsi ke tempat yang aman," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi, Ahad (22/3/2020).
Dikutip dari Antara, masyarakat Kabupaten Lebak yang tinggal di lokasi rawan bencana alam hingga ribuan kepala keluarga dan mereka tinggal di pemukiman sekitar aliran sungai, perbukitan dan pegunungan,termasuk kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) .
Selama ini, curah hujan relatif tinggi dan berpotensi banjir dan longsor, bahkan Rabu (18/3) empat desa di Kecamatan Maja terdampak banjir akibat luapan Sungai Cibereum dan Sungai Cicinta.
Oleh karena itu, pihaknya menyampaikan peringatan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor agar meningkatkan kewaspadaan untuk mengurangi risiko kebencanaan.
"Kami berharap warga tetap waspada dan tenang menghadapi cuaca buruk itu," katanya menjelaskan.
Menurut dia, daerah yang rawan banjir dan longsor tersebar di Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Sajira, Maja, Curugbitung, Rangkasbitung, Cibadak, Cimarga, Cikulur, Cileles, Leuwidamar, Gunungkencana, Banjarsari, Wanasalam, Malingping, Muncang dan Bayah.
Saat ini, petugas kebencanaan dan relawan tangguh terus melakukan pemantauan dan terus melakukan informasi dengan aparat kecamatan dan desa yang masuk kategori daerah rawan bencana alam.
"Kami setiap jam menjalin hubungan informasi untuk mengetahui kondisi daerah akibat cuaca buruk itu dan jika terjadi bencana alam maka cepat bergerak untuk melakukan evakuasi penyelamatan korban," jelasnya.
Sementara itu, Ukat (45) Ketua Rukun Warga Jampang, Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya kini memberlakukan pengamanan secara swadaya sehubungan curah hujan meningkat guna mengantisipasi bencana alam.
Dimana di daerah ini masuk daerah rawan pergerakan tanah jika curah hujan tinggi.
"Kami malam ini warga secara swadaya melakukan pengamanan karena khawatir terjadi longsor dan pergerakan tanah," katanya. 
Terjang Rumah Warga 
Di wilayah lain, sebuah rumah dilaporkan rusak dan akses jalan di Desa Picisan, Kecamatan Sendang, Tulungagung, Jawa Timur, terancam putus akibat terjangan longsor yang terjadi di pemukiman anak Gunung Wilis tersebut.
Kabag Humas Pemkab Tulungagung Galih Nusantoro memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Longsor terjadi di daerah pedalaman anak Gunung Wilis yang terdapat hunian penduduk, yakni di Dusun Banaran, Desa Picisan, Kecamatan Sendang.
"Longsor terjadi sekitar dua jam setelah daerah tersebut dan sebagian besar wilayah Tulungagung diguyur hujan lebat (deras)," kata Galih, Sabtu.
Saat ini warga telah bergotong-royong membersihkan material longsor yang menimpa rumah warga tersebut .
Dibantu aparat kepolisian dan TNI serta unsur BPBD, mereka melakukan upaya normalisasi termasuk pembenahan akses jalan desa yang terancam putus akibat dinding penahan tanah (plengseng) ambrol menimpa hunian penduduk itu.
Longsor kecil juga terpantau di beberapa titik lokasi lain di wilayah Kecamatan Sendang dan Pagerwojo, namun tidak berdampak ke hunian atau pemukiman warga.