Gawat, Longsor di Perbatasan Padang-Solok Hantam Minibus

Ant

 

Arosuka,  HanTer – Gawat, longsor di Jalan Lintas Sumatera, kawasan Air Sirah, Batas Kota Padang-Solok, Sumatera Barat, Kamis sekitar pukul 18.00 WIB yang menghantam satu minibus jenis Kijang Innova, membuat lalu lintas Solok menuju Kota Padang tersebut terputus total.
"Kami bersama tim Satlantas Polres Solok sedang menuju ke lokasi kejadian untuk meninjau longsor tersebut," kata Kasatlantas Polres Solok Iptu Hidayanda Rizki di Arosuka, Kamis (19/3/2020).
Dikutip dari Antara, ia menyebutkan saat ini pihaknya masih menunggu datangnya bantuan alat berat dari Balai Jalan Dinas PUPR Sumbar untuk membantu memindahkan material longsor setinggi dua meter yang menutup badan jalan tersebut.
"Walaupun lokasinya masuk ke wilayah hukum Kota Padang, namun jaraknya lebih dekat ke Polres Arosuka. Posisinya sekira 200 meter dari batas kota arah ke Padang. Makanya kami langsung turun ke lokasi untuk membantu," sebutnya.
Sementara pihaknya bertahan di lokasi untuk membantu evakuasi mobil yang dihantam longsor dan mengingatkan pengendara yang lewat sedang terjadi longsor sehingga tidak bisa dilewati.
Saat ini ratusan kendaraan masih terjebak di jalur Sitinjau Laut tersebut. Kondisi hujan dan berkabut membuat proses pembersihan longsor terlambat. 
15 Gempa Susulan
Di wilayah lain, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 15 kali gempa bumi susulan pascaterjadinya gempa bumi yang memiliki magnitudo 6,6  dan dimutakhirkan menjadi M=6,3 ,yang mengguncang wilayah Selatan Provinsi Bali.
"Kami mencatat ada 15 kali gempa susulan yang terjadi dalam rentang waktu antara pukul 01.01 WIB hingga pukul 10.31 WIB siang ini," ujar Staf Pusat Gempa Regional 3 Denpasar, Ein Nuzulul Laily, di kawasan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.
Ia mengatakan, gempa susulan tersebut terjadi dengan magnitudo bervariasi dari 2,9 hingga 4,7  yang terjadi pada kedalaman 10 kilometer dan berlokasi di arah barat daya dan tenggara Nusa Dua, Bali.
Terkait gempa dengan magnitudo 6,6  yang terjadi pada Kamis pukul 00.45 WIB yang terjadi di laut pada jarak 305 kilometer arah selatan Kota Denpasar pada kedalaman 10 kilometer tersebut, ia menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," kata Ein Nuzulul.
Gempa tersebut dilaporkan dirasakan di wilayah Denpasar, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Barat dan Kota Mataram dengan skala IV MMI.
"Untuk wilayah Kuta, Sumbawa Barat, Smbawa, Bima, Dompu, Lombok Utara dirasakan dengan skala II MMI," ungkap Ein Nuzulu.
Ia menambahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial dan website," kata Ein Nuzulul.