Konsumsi Curcumin Tingkatkan Daya Tahan Tubuh di Tengah Wabah Corona

Red
Konsumsi Curcumin Tingkatkan Daya Tahan Tubuh di Tengah Wabah Corona
Kiri-Kanan: Iwan Setiawan Praktisi Jamu dan Herbal, Dr. Akhmad Darmawan Peneliti LIPI Prof. Dr. Muhammad Hanafi Peneliti LIPI, Dr.rer.nat. Chaidir, Apt Rekayasa Obat dari Bahan Alami BPPT, dan Edward Basilianus Praktisi Jamu dan Herbal.

Jakarta, HanTer - Ramuan empon-empon yang terdiri dari tanaman herbal tradisional seperti temulawak, jahe, dan kunyit, pasca masuknya virus corona baru atau COVID-19 menjadi incaran masyarakat. Hal ini lantaran empon-empon yang diketahui bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh atau imunitas itu, diyakini mampu menangkal berbagai penyakit termasuk virus corona.

Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan bahkan kerap mengkampanyekan kepada publik untuk merubah gaya hidup dengan membiasakan diri mengonsumsi empon-empon. Alhasil, kini harga komoditas rempah-rempah tersebut di Tanah Air pun melonjak drastis.

Menanggapi hal ini, Perekayasa Obat dari Bahan Alam, Pusat Teknologi Farmasi dan Medika BPPT, Dr.rer.nat. Chaidir mengatakan, ramuan herbal dari tanaman tradisional bisa dikonsumsi sebagai obat pendukung penyembuhan penyakit atau pencegahan.

Bagi masyarakat yang sudah menderita penyakit, obat konvensional tetap menjadi yang utama.  Ramuan herbal atau empon-empon khususnya yang mengandung curcumin bisa digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi peradangan karena mengandung anti-inflamasi.

“Mengunakan obat tradisional secara terukur bisa mencegah inflamasi pada tahap-tahap awal. Tapi jangan disalahartikan obat herbal bisa menyembuhkan penyakit apapun, termasuk penyakit yang ditimbulkan COVID-19,” kata Chaidir di Gedung Pusat Penelitian Kimia LIPI, Pusptek, Serpong, Tangerang Selatan, kemarin.

BPPT sendiri, kata Chaidir, sudah memiliki beragama ekstrak bahan alam dari tanaman dan mikroba sebagai sumber senyawa obat anti-virus. “Namun memerlukan akses ke kultur virus corona untuk uji atau skrining aktivitas,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Peneliti dari Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Akhmad Darmawan mengatakan, semua obat herbal memiliki senyawa aktif yang saling menguatkan, untuk stamina tubuh dan menguatkan sistem imun.

Diungkapkan, setiap orang pada dasarnya memiliki antibodi masing-masing sebagai benteng pertahanan terhadap berbagai penyakit. Sebagai informasi, antibodi adalah sejenis protein berukuran kecil yang beredar di aliran darah, dan termasuk bagian dari sistem imunitas atau kekebalan tubuh. Mengonsumsi obat herbal bisa meningkatkan antibodi manusia.

“Pada dasarnya tubuh kita bisa membuat antibodi sendiri dan dibutuhkan waktu tujuh hari dalam membentuk antibodi. Jadi ketika ada virus yang sama masuk ke tubuh maka antibodi tidak butuh waktu lama untuk menangkal virus. Intinya kita harus membiasakan diri hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi dan sehat, olahraga, dan minum vitamin,” jelasnya.

Pendapat serupa disampaikan peneliti dari LIPI, Prof Dr Muhammad Hanafi. Menurutnya, mengonsumsi empon-empon, khususnya yang mengandung curcumin telah terbukti mampu mencegah berbagai penyakit karena bekerja dengan meningkatkan sistem kekebalan atau daya tahan tubuh.

Selain melalui empon-empon, curcumin juga bisa dikonsumsi dalam bentuk ekstrak, baik dalam bentuk jamu, obat herbal terstandar (OHT) maupun obat fitofarmaka.

Contoh khasiat curcumin, ungkap Hanafi, selama ini banyak digunakan digunakan untuk pengobatan penyakit hepatitis B karena senyawanya yang mengandung anti-inflamasi atau peradangan. “Cucurmin memang belum terbukti bisa mengobati pasien yang terinfeksi virus Corona baru bernama Covid 19. (Tetapi), mengonsumsi obat tradisional secara terukur bisa mencegah inflamasi pada tahap-tahap awal katanya.

Menurut Hanafi, untuk menguji cucurmin dijadikan obat bisa dilakukan dengan cara mengujinya ke binatang yang disuntikkan terlebih dulu dengan virus corona. Lalu binatang tersebut diberikan cucurmin murni. Pemberiannya diberikan tergantung dosisnya seperti penggunaan obat untuk satu penyakit.