Korban Tabrakan Speed Boat Ditemukan Meninggal

Ant


Palangka Raya, HanTer – Kasian seorang warga Palangka Raya yang menjadi korban tabrakan 'speed boat' di kawasan Sungai Sabangau, ditemukan meninggal dunia.
"Almarhum atas nama Abdi. Korban berhasil dievakuasi bersama satu warga lain yang selamat," kata Andrian, warga yang tinggal di kawasan Pelabuhan Kereng Bangkirai, usai kedua korban dievakuasi, Senin (9/3/2020).
Dikutip dari Antara, sebelum dua korban ditemukan, tim penyelamat juga telah mengevakuasi tiga anggota TNI. Dua di antaranya saat dievakuasi dapat berjalan dan langsung dibawa menggunakan ambulans yang sudah siap di lokasi. Keduanya langsung dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.
Sementara itu, satu anggota TNI lainnya saat dievakuasi tampak tak sadarkan diri. Petugas kesehatan yang telah berjaga di dermaga langsung melakukan pertolongan pertama kemudian korban langsung dievakuasi ke rumah sakit.
Berdasarkan informasi di lapangan, selain dua warga dan tiga anggota TNI, sejumlah korban tabrakan juga sudah dievakuasi dalam keadaan selamat. Salah satunya merupakan delegasi Belanda.
Tabrakan itu terjadi pada Senin sekitar pukul 12.05 WIB antara speedboat yang ditumpangi TNI dan long boat yang ditumpangi petugas Taman Nasional Sabangau di kawasan Sungai Sabangau, Palangka Raya.
Menurut keterangan yang belum terkonfirmasi, speedboat milik Taman Nasional Sabangau memuat tujuh penumpang staf Taman Nasional Sabangau yang hendak menuju Resort Mangkok, Sungai Sabangau untuk mengirimkan logistik. Ketujuh staf Taman Nasional Sabangau bernama Agung, Mutia, Novi, Mansyah, Ayib, Selvi dan Yuli. Dua orang sudah berhasil diselamatkan yakni Selvi dan Yuli sedangkan lima orang lainnya masih dalam pencarian.
Sedangkan untuk perahu yang ada anggota TNI di dalamnya, akan melakukan survei terkait rencana kunjungan Ratu Belanda dan bermuatan 19 penumpang. Namun demikian, belum ada informasi resmi dari berbagai pihak terkait tentang kejadian tersebut.
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran yang berada di lokasi pun belum memberikan keterangan lebih lanjut.
"Kita masih fokus pencarian korban. Untuk data saya juga masih belum jelas. Ada yang bilang tujuh ada yang bilang delapan. Mohon doanya saja agar para korban segera ditemukan," kata Sugianto.