Batalkan Forum Organisasi Penggerak, Nadiem Makarim Harus Tanggung Jawab

Safari
Batalkan Forum Organisasi Penggerak, Nadiem Makarim Harus Tanggung Jawab
Kemedikbud telah membatalkan Forum Organisasi Penggerak yang sedianya berlangsung Selasa (10/3/2020) besok.

Jakarta, HanTer - Sejumlah guru yang akan menghadiri Forum Organisasi Penggerak yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemedikbud) kecewa. Pasalnya, Kemedikbud telah membatalkan Forum Organisasi Penggerak yang sedianya berlangsung Selasa (10/3/2020) besok. Padahal sejumlah perwakilan guru dari berbagai daerah telah memesan tiket pesawat dan ada di antaranya telah mendarat di Jakarta.

"Rencananya Forum Organisasi Penggerak dilaksanakan di Kemdikbud, Jakarta tapi dibatalkan dan diubah menjadi di forum daring melalui media sosial," ujar Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim kepada Harian Terbit, Selasa (3/3/2020).

Ramli menuturkan, pembatalan digelarnya Forum  secara sepihak dan dadakan oleh Kemendikbud sangat menggelikan. Karena 200 organisasi penggerak yang diundang oleh Kemdikbud berasal dari luar Jabodetabek. Mayoritas yang diundang juga telah membeli tiket pesawat. Oleh karena itu pembatalan secara mendadak adalah sebuah kesalahan fatal yang seharusnya tidak dilakukan oleh Kemdikbud.

"Oleh Kemdikbud, peserta diminta menanggung biaya transportasi masing-masing sehingga tentu saja hal ini merugikan kawan-kawan organisasi penggerak," tandasnya.

Ramli menilai, virus Corona atau Covid 19 bukanlah barang baru bahkan pemerintah DKI Jakarta dimana Kemdikbud berdomisili juga sudah membuat larangan untuk mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang dan berinteraksi secara langsung. Jika pun dibatalkam atau ditunda dan diubah formatnya maka lalukan jauh-jauh hari bukan malah menjelang pelaksanaannya

Terkait himbauan Kemdikbud untuk memberikan izin tidak masuk sekolah kepada siswa yang baru saja datang dari negara terdampak covid 19 memang sudah seharusnya dilakukan dan di Jakarta hal itu sudah dilakukan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Izin tidak masuk juga bukan hanya untuk belajar tetapi untuk seluruh warganya yang baru saja tiba dari luar negeri.  Karena itu edaran tersebut memang sudah seharusnya dilakukan tetapi perlakuan di sekolah-sekolah tetap harus diperketat mengingat sekolah adalah tempat berkumpul.