Tekan Angka Stunting, Ratusan Ribu Balita dan Bumil Bakal Diberikan Suplemen

Arbi
Tekan Angka Stunting, Ratusan Ribu Balita dan Bumil Bakal Diberikan Suplemen
ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer –  Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Nutrition International akan memberikan suplemen zat gizi mikro untuk menekan angka stunting di 20 kabupaten di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemberian suplemen itu akan menjangkau sekitar 211 ribu ibu hamil berupa suplemen Tablet Tambah Darah (TTD), yang mengandung zat besi dan asam folat. Selain itu, sebanyak 720 ribu balita mendapatkan Vitamin A dan  64 ribu anak yang menderita diare mendapatkan tablet Zinc dan oralit sesuai tata laksana.

Intervensi ini merupakan program Micronutrient Supplementation for Reducing Mortality and Morbidity (MITRA) atau Suplemen Zat Gizi Mikro untuk menurunkan kematian dan kesakitan.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kirana Pritasari mengatakan, pemerintah terus berkomitmen untuk menurunkan stunting  demi menciptakan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas.

“Kami menghargai dukungan Nutrition International dalam memperkuat program suplementasi zat gizi mikro dan meningkatkan manajemen program di tingkat provinsi dan kabupaten serta beberapa praktik. Baik yang telah diadopsi di tingkat provinsi dan kabupaten, maupun di luar wilayah dampingan program," ujar Kirana Pritasari, di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Menurut dia, penguatan zat gizi mikro merupakan bagian dan kegiatan spesifik untuk menurunkan stunting. "Kami ingin mendiskusikan cara meningkatkan kegiatan inovatif ini ke kabupaten lain. Terutama untuk kabupaten dengan prevalensi stunting yang tinggi," imbuhnya.

Diinformasikan, Program MITRA telah menunjukkan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan pelaksanaan program integrasi zat gizi mikro. Hasilnya signifikan pada berbagai aspek, termasuk menghitung perkiraan kebutuhan, penganggaran dan pengadaan zat gizi mikro.

Strategi yang digunakan staf Puskesmas (atau pusat layanan kesehatan masyarakat lain seperti Poskesdes dan Pustu) ialah konseling kepada pengasuh balita agar memberikan oralit dan zinc, ketimbang memberikan antibiotik untuk mengobati diare pada balita. Serta, meningkatkan advokasi untuk pemerintah kabupaten dalam penyediaan anggaran yang memadai untuk intervensi zat gizi mikro.

“Kita tahu nutrisi bukan hanya dasar dari kesehatan yang baik, itu adalah fondasi untuk masa depan yang lebih baik. Kami memahami tantangan kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan merancang berbagai intervensi untuk mengatasinya,” ungkap Country Director Nutrition International, Sri Kusyuniati.