Pemda Diminta Tingkatkan Program Intervensi Cegah Stunting

Arbi
Pemda Diminta Tingkatkan Program Intervensi Cegah Stunting
stunting. ilustrasi (Ist)

Jakarta, HanTer – Akademisi dan ahli kesehatan masyarakat, dr. Yudhi Wibowo, M.PH mengingatkan pentingnya pemerintah daerah (pemda) untuk memperkuat program intervensi pencegahan kekerdilan (stunting).

"Program intervensi pencegahan stunting bisa dimulai sejak ibu hamil, dengan memberikan tablet penambah darah minimal 90 tablet selama kehamilan," katanya, Selasa (14/1/2020).

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jenderal Soedirman tersebut menambahkan program intervensi pencegahan stunting lainnya dapat dilakukan dengan memberikan makanan tambahan bagi ibu hamil.

"Selain itu memastikan pemenuhan gizi pada ibu hamil dan memastikan persalinan ibu hamil ditangani oleh dokter atau bidan yang ahli dan setelah melahirkan menerapkan inisiasi menyusui dini," katanya.

Di samping itu perlu sosialisasi agar ibu hamil memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif pada bayinya hingga usia bayi enam bulan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. "Selain itu, ibu juga perlu didorong untuk memantau tumbuh kembang bayi di posyandu terdekat dan memberikan imunisasi lengkap serta memberikan makanan pendamping ASI," katanya.

Sementara itu, dia juga mengingatkan perlunya memperkuat peran posyandu guna mendukung program pencegahan kekerdilan atau stunting. "Giatkan upaya preventif dengan memaksimalkan peran posyandu dalam deteksi dini tumbuh kembang anak," katanya, dilansir Antara.

Dia mengatakan posyandu dapat menjadi wahana pertama dan utama untuk meningkatkan edukasi pencegahan kekerdilan. "Posyandu bisa menjadi sarana yang tepat untuk menyukseskan program pencegahan stunting dengan mengintensifkan pendekatan kepada masyarakat," katanya.

Pemberian Suplemen

Terpisah, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kirana Pritasari menyatakan akan memberikan intervensi gizi berupa suplemen zat gizi mikro di 20 kabupaten Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemberian suplemen dukungan dari Nutrition International itu ditargetkan menjangkau  211 ribu ibu hamil dan 720 ribu anak balita. "Pemerintah berkomitmen menurunkan kekerdilan. Kami menghargai dukungan Nutrition International dalam memperkuat program suplementasi gizi zat mikro dan meningkatkan manajemen program di tingkat provinsi dan kabupaten," ungkapnya.

Ia menerangkan, Kementerian Kesehatan juga akan mendorong duplikasi program yang telah dilakukan oleh Kemenkes bersama Nutrition International di Jatim dan NTT agar dilakukan di daerah lain.

Country Director Nutrition International Sri Kusyuniati mengatakan pihaknya menyadari nutrisi bukan hanya dasar dari kesehatan yang baik. Lebih jauh, hal itu adalah fondasi untuk masa depan yang lebih baik.

"Bekerja di Indonesia selama lebih dari satu dekade, kami memahami tantangan kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan merancang berbagai intervensi untuk mengatasinya. MITRA adalah salah satu inisiatif yang dekat dengan hati kami, karena membawa peningkatan praktik kesehatan dan gizi bagi yang membutuhkan," pungkasnya.