Malam Apresiasi, Sania Beri Penghargaan pada 26 Tokoh dan Organisasi Inspiratif

romi
Malam Apresiasi, Sania Beri Penghargaan pada 26 Tokoh dan Organisasi Inspiratif
Sania berikan penghargaan/ ist

Jakarta, HanTer – Sejauh ini di era digital ini, berbagi kebaikan bisa jadi sangat sederhana lewat media sosial. Berbagi ilmu, pengalaman, atau cerita yang bisa menginspirasi banyak orang.

Ya, hal ini selaras dengan filosofi brand Sania, from mouthful become meaningful, yaitu di balik sebuah hidangan selalu ada cerita positif yang ingin dibagikan dari pembuatnya. 

Maklum, selama tahun 2019, Sania sudah melakukan kampanye #BerbagiKebaikan untuk memberi apresiasi pada mereka yang telah berkontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan, dan ada 26 tokoh yang diberikan apresiasi  pada Award Kampanye #BerbagiKebaikan di InterContinental Hotel, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (21/12/2019). 

Seperti diketahui, program #BerbagiKebaikan ini bertujuan untuk mencari local heroes yang jarang terekspos media. Para local heroes ini dinominasikan oleh para ibu loyal fans Sania melalui media sosial.

Marketing Manager Sania , Nur Islam Rialen atau Nuri mengatakan Sania menggelar malam apresiasi dan mengundang local heroes terpilih beserta beberapa loyal fans Sania dari seluruh Indonesia untuk diberikan penghargaan.

"Sejauh ini untuk menjangkau lebih banyak lagi orang yang terinspirasi untuk #BerbagiKebaikan, Sania juga mengundang media dan komunitas Mommies Daily untuk mencari sosok inspiratif lainnya dalam bidang kesehatan dan perempuan," katanya, seperti keterangan yang diterima Harian Terbit, Senin (23/12/2019).

Terpilih dua nama hasil survey dari komunitas Mommies Daily di Instagram yaitu dokter spesialis anak sub spesialis nutrisi serta penulis 9 buku termasuk 4 seri buku Mommyclopedia, Meta Hanindita, Sp.A yang tak lelah mengedukasi para orangtua agar memberi makanan bergizi untuk anak agar anak Indonesia tidak lagi kekurangan gizi dan stunting.

Meta Hanindita, Sp.A, menuturkan ingin mengedukasi para ibu muda dan calon ibu melalui media sosial. Jadi mereka tidak menyita waktu mereka menunggu di klinik atau rumah sakit untuk sakit ringan anak. 

"Ya saya rutin memberikan live instagram untuk tanya jawab, insta story soal edukasi makanan bergizi dan menangani pertolongan pertama saat anak sakit. Dan banyak informasi soal anak lainnya yang rutin saya bagikan setiap hari  di media sosial. Bermanfaat untuk sesama ibu itu membuat saya bahagia," jelasnya saat menerima penghargaan.

Selain itu, terpilih pula Diah Kusumawardani Wijayanti, seorang ibu, fotografer, wartawan, sekaligus founder yayasan tari dan musik Yayasan Belantara Budaya Indonesia yang membawahi 7 sekolah tari dan musik gratis di Jakarta, Bandung dan Nusa Tenggara Timur. Yayasan ini bergerak untuk mendukung anak berkreativitas khususnya dalam bidang tari dan musik.

Sania juga memberikan penghargaan bagi 3 sosok inspiratif yang memang sudah terbukti berkontribusi positif pada masyarakat menginspirasi di media sosial. Tiga sosok tersebut adalah Angkie Yudistia, teman tuli yang menjadi socialpreneur pemberdaya disabilitas lewat Thisable.id dan kini menjadi salah satu staf khusus presiden di bidang sosial serta disabilitas.

Kemudian ada Paulus Wiratno pendiri Yayasan Mercy Indonesia. Yayasan ini awalnya dibentuk untuk anak di pengungsian, dan kekurangan makanan karena menjadi korban kerusuhan di Timor Timur. Saat ini, Yayasan Mercy Indonesia memiliki 12 panti asuhan dan 3 pusat pelatihan untuk anak-anak terlantar di Indonesia.

Selain itu, turut hadir Edho Zell pendiri Warteg Gratis, menyediakan makanan untuk mahasiswa, ojek online, dan masyarakat dengan bayar sesukanya. Edho memulai bisnis yang disebutnya sebagai “bisnis pasti rugi” ini dengan membuka donasi di kitabisa.com. 

Di luar para sosok individual, Sania juga memberikan penghargaan untuk doctorSHARE, organisasi kemanusiaan yang fokus pada akses pelayanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan untuk orang-orang tidak mampu, dan yang tidak mempunyai Jaminan Kesehatan karena masalah administrasi kependudukan. Juga mereka yang terjebak dalam bencana alam, epidemi, dan kekurangan gizi.