Trisakti Siapkan Beasiswa S2 untuk Mahasiswa BNPB-BPBD

Safari
Trisakti Siapkan Beasiswa S2 untuk Mahasiswa BNPB-BPBD

Jakarta, HanTer - Peristiwa kebencanaan menjadi ancaman nyata bagi pemerintah. Untuk itu diperlukan manajemen penanggulangan bencana (management disaster) untuk meminimalkan dampak kerugian. Terutama untuk daerah-daerah rawan bencana.

 

”Peningkatan upaya pencegahan penting sekali,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo usai menjadi pembicara dalam seminar Climate Change: Global Challenges, Issues, and Its Impacts Towards Sustainability di auditorium Fakultas Kedokteran-Fakultas Kedokteran Gigi (FK-FKG) Kampus B Universitas Trisakti Jakarta, Selasa (3/12/2019).

 

Doni menyebut semakin banyak pakar atau ahli disaster management, maka dampak kerugian yang ditimbulkan dari bencana dapat diminimalkan. Baik itu kerugian materi maupun jumlah korban. Apalagi saat ini Indonesia menjadi negara terbesar nomor dua di dunia dalam hal jumlah korban bencana dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Setelah Haiti, negara di Kepulauan Karibia.

 

”Kita dituntut lebih banyak orang yang peduli dengan kondisi aktual ekosistem bangsa kita,” ujarnya

 

Doni pun mendukung penuh program Magister Management (MM) Disaster Management yang diluncurkan Universitas Trisakti baru-baru ini. Program dibawah Magister Management (MM) Sustainability itu fokus pada peningkatan kapasitas dan kemampuan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menanggulangi bencana.

 

”Dan tentunya ini (program management disaster) akan ada hubungannya dengan tugas-tugas BNPB,” ujar mantan Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu.

 

Doni pun berharap jumlah mahasiswa yang mengambil jurusan tersebut terus meningkat setiap tahun agar program tersebut bisa diserap oleh seluruh provinsi, kabupaten/kota.

 

Sementara itu Direktur Eksekutif Centre for Enterpreneurship, Change and Third Sector (CECT) Universitas Trisakti Maria R. Nindita Radyati mengatakan, pengelolaan bencana dibutuhkan sejalan dengan perwujudan tindakan kolektif (collective action) atau gotong royong.

 

”Managing disaster ini harus dilakukan mulai dari sebelum disaster, saat disaster dan setelah disaster,” ungkapnya.

 

Nita, sapaan Maria R. Nindita Radyati, menyebut pihaknya akan menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa yang berasal dari BNPB dan BPBD. Dan yang paling menarik, pihaknya juga akan menyisipkan program simulasi dengan bekerjasama dengan Australia.

 

”Dan nanti sertifikatnya juga dari Australia,” papar perempuan yang pernah menempuh studi di University of Technology Sydney itu.