Kemenpar Ajak ASN Top Up Perlindungan Kerja ke BPJAMSOSTEK

Arbi
Kemenpar Ajak ASN Top Up Perlindungan Kerja ke BPJAMSOSTEK
Penyerahan santunan secara simbolis diberikan oleh Kepala Bidang Pelayanan BPJAMSOSTEK Kanto Cabang Menara Jamsostek, Haryani Rotua Melasari dan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II, Kemenpar Nia Niscaya, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Jakarta, HanTer - BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKm) kepada empat ahli waris dari peserta BPJAMSOSTEK yang meninggal dunia.

Empat orang peserta tersebut adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Pariwisata (Kemenpar), yaitu Almarhum I Nyoman Mertha (54) dan I Dewa Nyoman Putra (43), serta Almarhumah Anna Novianti (54) dan Erlis Setyawati (55). Lantaran meninggal dunia akibat sakit, masing-masing ahli waris mendapatkan santunan JKM sebesar Rp24 juta.

Penyerahan santunan secara simbolis diberikan oleh Kepala Bidang Kepesertaan BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Menara Jamsostek, Haryani Rotua Melasari dan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II, Kemenpar Nia Niscaya, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

“Terima kasih atas santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Berapapun santunan yang diberikan tentu tidak bisa menggantikan hilangnya nyawa seseorang, namun usia tidak ada yang pernah tahu. Iuran yang dibayarkan tidak seberapa dibanding manfaat program BPJS Ketenagakerjaan yang didapat,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II, Kemenpar Nia Niscaya, dalam kesempatan itu.

Lantaran hal itu, Nia berkomitmen untuk mendorong seluruh ASN di Kemenpar untuk melakukan top up perlindungan di BPJAMSOSTEK. “Kami akan berjuang untuk bersama-sama membangun kesadaran seluruh pegawai (ASN) di Kemenpar untuk melakukan top up, program ini harus dilanjutkan,” tandas Nia.

Ditempat yang sama, Kabid Kepesertaan BPJAMSOSTEK Cabang Menara Jamsostek, Haryani Rotua Melasari mengucapkan turut berduka cita kepada segenap keluarga almarhum dan almarhumah ASN Kemenpar yang ditinggal. Ia berharap santunan tersebut bisa bermanfaat.

“Nilai santunan jaminan kematian saat ini Rp24 juta dan dalam waktu dekat nilanya direncanakan akan naik, termasuk beasiswa jadi untuk dua anak yang ditinggalkan. Kenaikan manfaat ini tinggal menunggu tandatangan Presiden Jokowi,” jelas Haryani.

Lebih lanjut dijelaskan, hingga saat ini BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Menara Jamsostek telah menyalurkan santunan JKM senilai Rp790 juta untuk 33 ASN Kemenpar yang meninggal dunia. Sedangkan, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp402 juta untuk 5 kasus.

“Coba bayangkan iuran hanya Rp20 ribu per bulan, manfaat yang diterima cukup besar. Karena itu ASN di Kemenpar meskipun sudah ikut di Taspen,  tetapi juga melakukan top up untuk program JKK dan JKM di BPJAMSOSTEK,” ungkapnya.

Hariyani menuturkan, top up perlindungan kerja ASN Kemenpar ke BPJAMSOSTEK sudah berjalan sejak 2015. Hingga kini, sebanyak 2.589 ASN di Kemenpar sudah mendapatkan perlindungan dari BPJAMSOSTEK. “Kita harapkan ASN di kementerian lain bisa meniru Kemenpar untuk melakukan top up perlindungan ke BPJAMSOSTEK,” pungkasnya.