Guna Antisipasi Masalah, Jasa Raharja Lakukan Transformasi Manajemen Risiko

romi
Guna Antisipasi Masalah, Jasa Raharja Lakukan Transformasi Manajemen Risiko
Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja, M. Wahyu Wibowo (kanan)/RIL

Jakarta, HanTer – Guna mengantisipasi segala risiko yang bakal dihadapi setiap perusahaan, banyak cara dilakukan perusahaan tersebut. Salah satunya mengajak media untuk melakukan diskusi cerdas. 

Seperti dilakukan Badan Usaha Milik Negara Jasa Raharja mengadakan diskusi bertema Transformasi Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja.

“Intinya transformasi digital yang dilakukan oleh Jasa Raharja mempunyai tujuan untuk melakukan optimalisasi bisnis proses, interaksi dengan ekosistem serta menciptakan bisnis model atau platform baru,” kata Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja, M. Wahyu Wibowo, di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Dikatakan Wahyu Wibowo, Jasa Raharja melalui Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai penunjang atau role support dalam proses bisnis senantiasa mendukung segala operasional perusahaan dengan memanfaatkan teknologi informasi. 

“Dengan beberapa dukungan inovasi digital yang dihadirkan secara berkesinambungan dan kontinyu terbukti telah meningkatkan efektifitas serta efisiensi proses bisnis perusahaan bahkan dapat menekan biaya operasional secara keseluruhan,” terangnya.

Dalam menjalankan tugas, kata Wahyu Wibowo, Jasa Raharja ditunjang oleh sejumlah komponen. Diantaranya, 1 kantor pusat, 29 kantor cabang, 62 kantor perwakilan, 65 kantor KPJR dan 1285 samsat yang tersebar di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Setiap harinya rata-rata klaim adalah sebesar 518 klaim per hari, rata-rata kendaraan sebanyak 263.098 kendaraan per hari, rata-rata SWDKLLJ 260.397 kendaraan per hari, rata-rata Iuran Wajib 2.701 kendaraan per hari.