Sekolah Citra Kasih Don Bosco Tanamkan Jiwa Entrepreneurship Siswa Sejak Usia Dini

Safari
Sekolah Citra Kasih Don Bosco Tanamkan Jiwa Entrepreneurship Siswa Sejak Usia Dini
Bincang edukasi bertema “Nurturing Entrepreneurship Learning with Academic Excellence for 4.0 Generation” di Hall Sekolah Citra Kasih Don Bosco, Jl Tb  Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (26/10/2019).

Jakarta, HanTer - School General Manager Sekolah Citra Kasih Don Bosco, Boedi Tjusila mengatakan,  Yayasan Ciputra Pendidikan memiliki rasa tanggungjawab terhadap Indonesia, sehingga pihaknya terus berupaya dalam meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan secara akademik untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengikuti segala perkembangan dunia.

Satu di antara inovasi Yayasan Ciputra di dunia pendidikan adalah membangun jiwa entrepreneurship sejak usia Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Karena entrepreneurship memiliki andil besar dalam pembangunan perekonomian bangsa Indonesia.Melalui entrepreneurship maka Indonesia akan memiliki ekonomi yang kuat dan kokoh. 

"Entrepreneurship juga menjadi 
salah satu program prioritas pemerintah Indonesia saat ini. Pemerintah terus mendorong pembangunan ekonomi yang produktif, mandiri dan memiliki daya saing menyongsong industri 4.0," ujar Boedi Tjusila dalam acara bincang edukasi bertema “Nurturing Entrepreneurship Learning with Academic Excellence for 4.0 Generation” di Hall Sekolah Citra Kasih Don Bosco, Jl Tb 
Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (26/10/2019).

Boedi menuturkan, untuk pembangunan ekonomi yang produktif maka Sekolah Citra Kasih Don Bosco terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pendidikan entrepreneurship sejak dini. Sekolah Citra Kasih Don Bosco akan terus memantik dan menumbuhkan prestasi akademik dan kreatifitas anak-anak agar dapat berinovasi dan memiliki daya saing terlebih untuk menyongsong industri 4.0.

Sementara itu pengamat pendidikan Irwan Syahril mengatakan, perlu perjuangan yang konsisten untuk bisa melakukan perubahan agar lebih terutama dalam hal pendidikan. Oleh karena itu ada dua pilihan, apakah mau diam saja dengan kondisi yang ada saat ini atau bergerak untuk menjawab tantangan saat ini. Selain itu juga harus berpikiran positif untuk tidak saling menyalahkan.

"Kita harus bergerak untuk membuat pendidikan lebih baik dan bagus, bukan malah menyalahkan pihak lain," ujar Irwan Syahril yang juga Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini.

"Riak kecil bisa membuat perubahan. Maka kita kerja bareng. Terutama terkait motede pendidikan," tambahnya.

Sementara terkait ganti pimpinan ganti kebijakan pendidikan, Irwan menuturkan, dalam 100 hari kerja Mendikbud Nadiem Makarim, saat ini sedang dipertimbangkan dan mendengar dari para pakar dan para ahli apa saja yang harus diubah di dunia pendidikan. Saat ini Mendikbud Nadiem Makarim juga sudah membicara teknologi guna membawa terobosan dalam dunia pendidikan.

"Pendidikan karakter menjadi fokus juga. Namanya manusia tak hanya kognitif ada sisi emosionalnya juga. Kalau tidak kan timpang," paparnya.

Yayasan Ciputra Pendidikan, melalui Sekolah Citra Kasih terus berinovasi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan untuk mencetak siswa-siswi berprestasi serta 
mampu mengikuti perkembangan zaman. Saat ini Sekolah Citra Kasih telah hadir di berbagai kota di  Indonesia dengan jumlah murid sekitar 6000 orang dan didukung tenaga pendidik dan non kependidikan berkisar 500 orang.

Yayasan Ciputra Pendidikan melalui Sekolah Citra Kasih akan hadir di wilayah Pondok Indah, Jakarta Selatan, bekerjasama dengan Sekolah Don Bosco dengan nama Sekolah Citra Kasih Don Bosco (SCK DB). SCK DB akan menerapkan pendidikan berbasis entrepreneurship dengan menitikberatkan pada peningkatan kualitas pendidikan melalui pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

Dalam acara ini hadir juga Pengamat Pendidikan Anak, Weilin Han. Dalam kegiatan entrepreneurship ini sejumlah siswa dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA menggelar bazzar yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat.