STMIK Nusa Mandiri dan Iluni 12 Konsen Atasi Gap Kampus dengan Dunia Industri

Safari
STMIK Nusa Mandiri dan Iluni 12 Konsen Atasi Gap Kampus dengan Dunia Industri
Ketua STMIK Nusa Mandiri, Dr. Dwiza Riana (tengah)/ ist

Jakarta, HanTer - Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Nusa Mandiri bekerjasama dengan Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (ILUNI12) menggelar seminar teknologi dengan tema ‘Network Infrastruktur & IT Operations’ di Gedung STMIK Nusa Mandiri Kampus Margonda, Jl. Margonda Raya No. 545, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/10/2019).

Dalam seminar tersebut diperkenalkan Techtok (Technology Transfer Of Knowledge). Karena gelombang arus perubahan teknologi saat ini begitu cepat dan berpola. Tak heran jika banyak perusahaan maupun pemerintah yang membutuhkan tenaga kerja ahli di bidang teknologi. Kerjasama STMIK Nusa Mandiri dan Iluni 12 ini merupakan pertama kali yang ada di Indonesia.

Ketua STMIK Nusa Mandiri, Dr. Dwiza Riana mengatakan, generasi milenial akan menjadi penerus dan sumber penggerak terhadap kemajuan bangsa. Oleh karena itu STMIK Nusa Mandiri,  ingin memperbaharui pengetahuan di bidang teknologi. Sehingga lulusan dari STMIK Nusa Mandiri bisa menjadi tenaga kerja yang handal yang dibutuhkan dunia industri.

”STMIK Nusa Mandiri giat memperbaharui pengetahuan di bidang teknologi, yang diperuntukkan bagi pemuda bangsa ini agar siap hadapi era yang senantiasa berubah dan berkembang,” ujarnya.

Dr. Dwiza juga mengakui, saat ini memang ada gap yang sangat besar antara pengetahuan di kampus dengan implementasi di dunia kerja. Oleh karena itu STMIK Nusa Mandiri sejak beberapa tahun kemarin telah memiliki seminar wajib setiap semester di Prodi. Dalam seminar wajib tersebut STMIK Nusa Mandiri mengundang beberapa partner untuk memberikan materi kepada mahasiswa.

"Seminar wajib itu untuk mengurangi gap antara pengetahuan di kampus dengan implementasi di dunia kerja.  Kami berterima kasih sekali atas kerjasama ini. Ini pertama kali di Indonesia, kerjasama alumni Fasikom UI dengan kampus kami," tandasnya 

Ketua Iluni 12 Fasilkom Prihandoko mengatakan, saat ini memang terjadi kesenjangan antara ilmu yang diperoleh di kampus dengan dunia industri. Oleh karena itu Iluni 13 menggagas acara seminar dengan STMIK Nusa Mandiri untuk mengatasi kesenjangan antara ilmu yang diperoleh di kampus dengan dunia industri. Sehingga lulusan dari STMIK Nusa Mandiri bisa benar - benar memahami dunia industri.

"Persoalan itu harus diselesaikan. Karena itu kami membuat seminar ini sebagai bentuk sharing industri IT. Memberikan pengetahuan dan berbagi pengalaman seperti apa dunia industri itu," jelasnya.

Lebih lanjut Prihandoko memaparkan,harus ada upaya mengatasi kesenjangan antara ilmu yang diperoleh di kampus dengan dunia industri. Saat ini ada lebih dari 5.000 alumni Fasilkom UI yang bekerja di dunia industri. Sehingga alumni Fasilkom UI menawarkan kepada perguruan tinggi di Indonesia untuk memberikan pembekalan, dan wawasan kepada para mahasiswa.

"STMIK Nusa Mandiri menjadi perguruan tinggi pertama yang menerima program transfer of technology ini. Program ini akan terus berjalan dan kami jajaki dengan perguruan tinggi yang lain," jelasnya.

Kaprodi Teknik Informatika STMIK Nusa Mandiri Anton, M.Kom mengatakan, dalam seminar ini ada tiga pembicara yang dihadirkan yakni, Hasrul Maruf, dari PT PLN Engineering, Jefri Abdullah dari Cisco Indonesia dan Muhammad Nasri sebagai Deloitte Consulting South East Asia. Anton menyebutkan, bahwa seminar ini bisa diikuti oleh Mahasiswa, Dosen dan masayarakat umum.

"Indonesia jangan sampai kalah dari negara-negara yang telah maju teknologinya. Kita harus persiapkan dari sekarang,” katanya.

“Jepang sebagai negara maju saja telah mempersiapkan konsep baru tentang tantangan teknologi yang akan dihadapi, maka Indonesia harus  tingkatkan kualitas pengetahuan bagi generasi muda agar mampu dan siap hadapi segala perubahan untuk Indonesia lebih baik,” tambahnya.
 

#Iluni   #12   #Konsen   #STMIK   #Nusa   #Mandiri