Membedah Maraknya Fenomena Mamah Muda di Kota Besar sebagai Agen Perubahan Sosial

Anugrah
Membedah Maraknya Fenomena Mamah Muda di Kota Besar sebagai Agen Perubahan Sosial
Hasil penelitian fenomena Mamah Muda disejumlah kota besar di Indonesia disampaikan dalam sidang terbuka Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta, Sabtu (5/10/2019).

Jakarta, HanTer - Ada yang menarik dari penelitian dari praktisi komunikasi pendidikan Rewindinar tentang fenomena kelompok 'Mamah Muda'. Adalah trend budaya di tengah kalangan ibu-ibu rumah tangga modern di usia 20-40 di sejumlah kota besar di Indonesia dengan menggunakan kemajuan teknologi informasi.

Penelitian ini disusun Rewindinar dalam disertasi Konvergensi Simbolik dalam Proses Morfogenesis Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta.

Dalam disertasinya Rewindinar menyebutkan, keberadaan 'Mamah Muda' yang ada saat ini tidak terlepas dari kondisi agen, struktur sosial, dan budaya yang menciptakan solidaritas di tengah komunitas mereka dalam memanfaatkan waktu luang di saat menunggu anak mereka yang masih duduk di bangku Paud hingga Sekolah Dasar.

"Eksistensi ibu-ibu di masa modern yang selalu eksis saat mengantar jemput anak-anak mereka dalam berbagai kelompok sosial yang mereka bangun menjadi sebuah fenomena yang mudah kita temukan saat ini," ujar Rewindinar, Sabtu (5/10/2019).

Dalam kelompok tersebut, katanya, para ibu-ibu masa kini berinteraksi tidak hanya dalam kepentingan mengantar jemput anak-anak mereka saja. Tetapi juga terjadi perubahan kultur dalam ketertarikan mereka akan olahraga, kecantikan, dunia fashion serta dalam menerapkan pola didik pada anak mereka dengan baik.

"Penelitian ini saya lakukan selama empat tahun terakhir sejak 2015 lalu dengan menemui dan wawancara terhadap mamah muda yang mengantar jemput anak mereka di sejumlah sekolah dasar dan taman kanak-kanak di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Semarang," tambah wanita yang akrab dipanggil Rhere itu.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Dokter Ilmu Komunikasi Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Pinckey Triputra menyebutkan konsep Morfogenesis yang digunakan dalam fenomena Mamah Muda pertama kali diperkenalkan oleh Margareth Archer.

"Fenomena Mamah muda ini memang sedang menjadi trend di kota besar. Kelompok ini mewakili perubahan gejala sosial. Dalam contoh kasus lainnya tidak hanya fokus pada mamah muda tapi juga terjadi misalkan dalam pengajian ibu-ibu rumah tangga," kata Pinckey

Ia menyebutkan dalam ilmu komunikasi saat ini WAG atau yang akrab disebut WhatsApp Grup menjadi salah satu agen perubahan karena kemajuan teknologi informasi.

"WA Grup juga menjadi salah satu bagian dari proses untuk menuju satu perubahan dalam bentuk komunikasi teks. Pengalaman yang di share satu sama lain, sehingga mendorong perubahan kultur bagi mereka yang ada di dalam grup tersebut," jelasnya.