Peduli Tunarungu, Pertamina Gelar Penyuluhan Narkoba dan Pendidikan Seks

Anugrah
Peduli Tunarungu, Pertamina Gelar Penyuluhan Narkoba dan Pendidikan Seks
Para siswa-siswi SLB Bagian B Pangudi Luhur berfoto bersama tim CSR Pertamina usai acara penyuluhan berakhir.

Jakarta, HanTer - Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang tengah menginjak usia remaja, terlebih yang berkebutuhan khusus, PT Pertamina (Persero) menggelar kegiatan CSR (corporate social responsibility) dalam bentuk penyuluhan tentang bahaya narkoba, hidup bersih & sehat, hand hygiene serta kesehatan reproduksi.

Kegiatan yang mengambil tema 'Sahabat Tuli Pertamina' tersebut dilaksanakan oleh Pertamedika IHC-Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), sebagai anak perusahaan PT. Pertamina (Persero) bagi para siswa-siswi yang bersekolah di SLB Bagian B (Tunarungu) Santi Rama Fatmawati, Jakarta Selatan dan di SLB Bagian B Pangudi Luhur Kembangan, Jakarta Barat pada Rabu (2/10/2019) kemarin.

Direktur RSPP, dr. Kurniawan Iskandarsyah, Sp.JP (K), FIHA mengatakan bahwa kegiatan CSR Pertamina kali ini memang berfokus kepada siswa berkebutuhan khusus, lantaran masih banyak terjadi kasus bullying seks yang dialami oleh remaja wanita penyandang tunarungu.

"Sehingga kita mengajarkan agar bagaimana dia bisa memproteksi dirinya. Jadi mereka bisa tahu bahwa mereka harus menjaga privasi / hubungan intim terhadap lawan jenisnya ketika mereka sudah pubertas, sehingga kita bisa mencegah, terjadinya hubungan seks diluar nikah, dan terhindar dari penyakit kelamin & HIV AIDS," kata Kurniawan di lokasi acara.

Para siswa-siswi SLB Bagian B Pangudi Luhur fokus mendengarkan materi penyuluhan yang dipaparkan oleh tim dari RSPP.

Terkait dengan penyalahgunaan narkoba, dia menuturkan bahwa kasusnya mungkin masih jarang terjadi bagi para penyandang tunarungu. Namun pada masa remaja, bahaya narkoba memang harus terus disosialisasikan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di masa yang akan datang.

"Jadi kita memberikan wawasan soal masalah secara umum yang kerap terjadi di masyarakat, terutama yang kerap terjadi di kalangan remaja. Jadi mereka bisa memproteksi diri, baik itu terhadap pelecehan seksual, hubungan seks diluar nikah ataupun bahaya narkoba," ujar Kurniawan.

Tak hanya itu, dalam kegiatan tersebut para siswa juga diberikan motivasi agar bisa menjadi pribadi yang mandiri ketika nantinya mereka harus menghadapi masalah-masalah seputar dunia remaja.

"Untuk menuju menjadi dewasa dalam proses ini banyak sekali tantangan-tantangannya bagi mereka yang berkebutuhan khusus, terutama tunarungu ini. Mereka punya potensi kuat untuk menjadi mandiri, dan kita harus memberikan motivasi kepada mereka," tutur dia.

Selain di Pangudi Luhur, sebelumnya kegiatan CSR bertema 'Sahabat Tuli Pertamina' ini akan dilakukan di 7 tempat lainnya sehingga total pelaksanaan 9 lokasi.

Media Sosial

Sementara itu Direktur SLB Bagian B Pangudi Luhur, Br. Yohanes Sudarman FIC mengaku berterima kasih dengan adanya CSR Pertamina dalam bentuk penyuluhan tentang bahaya narkoba dan pendidikan seks ini. Sebab menurut dia, saat ini dunia remaja di Indonesia banyak mendapat pengaruh dari aktifitas di media sosial.

"Sehingga anak-anak ini mungkin melakukan sesuatu yang berkaitan dengan relasi antara laki-laki dan perempuan itu hanya berdasarkan 'ketertarikan', tanpa mengetahui bahwa mereka itu belum saatnya untuk melakukan hal yang lebih jauh," ucap pria yang akrab disapa Darman ini.

Direktur RSPP, dr. Kurniawan Iskandarsyah, Sp.JP (K), FIHA berfoto bersama Direktur SLB Bagian B Pangudi Luhur, Br. Yohanes Sudarman FIC.

Maka dengan adanya pendidikan seks yang digelar oleh Pertamina seperti ini, dinilai sangat membantu pemahaman dan pengetahuan para siswa di dalam membangun relasi dengan teman-temannya, terutama lawan jenisnya. Begitu juga dengan bahaya narkoba, menurut Darman edukasi harus dilakukan secara terus-menerus baik oleh pihak sekolah maupun pihak luar.

"Harapan kami setelah adanya kegiatan ini semoga anak-anak nantinya bisa lebih mengenal dirinya sendiri, semakin mengenal lingkungan, dan mengenal situasi kehidupan saat ini khususnya dalam pemanfaatan teknologi," tukasnya.