PT Hariff Daya Tunggal Engineering Kenalkan Teknologi JAM Kepada Presiden Jokowi

Safari
PT Hariff Daya Tunggal Engineering Kenalkan Teknologi JAM Kepada  Presiden Jokowi

Jakarta, HanTer - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi  Pameran Electric & Power Indonesia yang berkolaborasi dengan Conference Federation Engineering Organization atau CAFEO di  JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengunjungi booth PT Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff) yang memperkenalkan teknologi  Jaringan Aman Mandiri (JAM) hasil inovasi anak bangsa.

Presiden yang didampingi oleh Menko Kemaritiman Luhut B. Panjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono,Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Menristek Dikti Mohamad Nasir, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Seskab Pramono Anung , menyaksikan  kecanggihan teknologi telekomunikasi Jaringan Aman Mandiri yang dirancang khusus untuk telekomunikasi para penyelenggara negara.

Budi Permana, Presiden Direktur PT Hariff yang didampingi oleh Marsma TNI Dr. Sigit Priyono, GSC, S. IP, M.Sc - selaku Asdep Koordinasi Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Koordinasi Politik,Hukum dan Keamanan,  menjelaskan kepada Presiden Jokowi mengenai teknologi JAM yang dikembangkan untuk keperluan telekomunikasi khusus yang aman dan anti sadap.

Budi memaparkan, dengan menggunakan jaringan telekomunikasi khusus, maka tingkat keamanan komunikasi antar penyelenggara negara bisa dijamin, karena teknologinya baik hardware maupun software dan brainware dikembangkan sendiri oleh industri dalam negeri.

Presiden Jokowi terlihat serius, menyimak penjelasan mengenai seluk beluk teknologi JAM. Presiden sempat menanyakan apakah teknologi JAM ini sudah digunakan?  Atas pertanyaan tersebut Budi Permana mengatakan, “Jaringan Aman Mandiri sudah digunakan ,”jelasnya di depan Presiden.

Teknologi JAM, sambung Budi, saat ini diimplementasikan dalam kendaraan tempur TNI AD, di antaranya di Panser Anoa dan Tank Leopard. Jaringan aman mandiri yang digunakan militer  diintegrasikan dalam system manajemen tempur atau Battlefield Management System (BMS) yang juga merupakan produk dalam negeri buatan PT Hariff.

BMS memiliki fitur antara lain menghindari salah sasaran (friendly fire) dan mengetahui secara tepat posisi ranpur di lapangan.
Dengan menggunakan telekomunikasi khusus (dalam hal ini mengaplikasikan JAM),  setiap perintah dari pusat komando tempur dengan satuan tempur yang dilapangan akan terintegrasi dan tidak bisa disadap.

Presiden sendiri kelihatan cukup puas dengan penjelasan mengenai teknologi telekomunikasi yang murni dikembangkan oleh industri dalam negeri.Setelah sekitar 10 menit di Booth  PT Hariff Daya Tunggal Engineering (Hariff) Presiden Jokowi melanjutkan peninjuan kepada peserta pameran lainnya.

Kepada media yang hadir dalam acara tersebut, Marsma TNI Dr. Sigit Priyono, GSC, S. IP, M.Sc - Asdep Koordinasi Telekomunikasi dan Informasi Kemenko Polhukam yang kebetulan juga berada di lokasi  menjelaskan Indonesia saat ini sangat membutuhkan kehadiran jaringan telekomunikasi khusus yang berbeda dengan jaringan publik.

"Jaringan khusus ini akan menjadi efektif dan efisien jika tidak hanya digunakan oleh TNI. Namun juga digunakan oleh seluruh unsur pemerintahan dalam melayani rakyat dan menjalankan sistem administrasi pemerintahan yang berbasis elektronik (SPBE) sebagaimana yangbtertuang dalam Perpres 95 tahun 2018.

“Jaringan ini khusus untuk telekomunikasi antara penyelenggara negara" jelasnya.