Dokter: Angkat Beban Efektif Membakar Lemak Tubuh

Safari
Dokter: Angkat Beban Efektif Membakar Lemak Tubuh
ilustrasi. (Ist)

Jakarta, HanTer - Dokter spesialis kedokteran olahraga, Dr Zaini K Saragih menjelaskan kondisi olahraga yang bisa berdampak pada pembakaran lemak tubuh baru bisa dicapai jika detak jantung mencapai di atas 100 degup per menit (beat per minute/bpm).

“Apabila seseorang hanya melakukan olahraga santai seperti peregangan yang detak jantungnya tidak melebihi 100 bpm tidak akan bisa membakar lemak,” tandas Zaini, dilansir dari Antara, Kamis (5/9/2019)

Tubuh seseorang di usia 20 tahun hingga 40 tahun baru bisa membakar lemak apabila melakukan olahraga dengan detak jantungnya berada di kisaran 108-120 bpm. Irama detak jantung tersebut bisa didapatkan dengan berolahraga angkat beban yang juga berefek pada kebugaran seseorang.

Namun apabila orang pada usia yang sama berolahraga hingga detak jantungnya mencapai 126-140 bpm, efek pembakaran lemak dari olahraga tidak lagi didapatkan dan jadi beralih pada peningkatan ketahanan tubuh seseorang.

Olahraga yang mencapai irama detak jantung tersebut adalah olahraga aerobik atau kardio seperti lari, bersepeda, berenang, dan lainnya. "Orang yang olahraganya hanya lari tidak akan membakar lemak," kata Zaini.

Kendati demikian, apabila seseorang berlari dengan menaik turunkan intensitas yang kemudian berpengaruh pada penurunan irama detak jantung bisa mendapat efek pembakaran lemak.