Indonesia Penggagas Forum Diplomasi Digital Pertama di Kawasan

Ant
Indonesia Penggagas Forum Diplomasi Digital Pertama di Kawasan
Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri Listiana Operananta dalam press briefing tentang Konferensi Regional Diplomasi Digital di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Jakarta, HanTer - Konferensi Regional Diplomasi Digital (Regional Conference on Digital Diplomacy/RCDD) yang akan dilaksanakan pada 10 September 2019 merupakan forum diplomasi digital pertama di kawasan yang digagas oleh Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri Listiana Operananta dalam press briefing di Jakarta, Rabu.

Menurut Listiana, kegiatan konferensi regional itu akan dihadiri oleh sekitar 150 orang wakil pemerintah, para pakar dan praktisi di bidang diplomasi digital, akademisi dan lembaga think tank serta sektor swasta terkait.

Dia menyebutkan bahwa para peserta ini berasal dari 10 negara ASEAN dan enam negara kawasan Asia dan Pasifik, yakni Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru.

RCDD akan menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan terkait di kawasan untuk membahas peluang dan tantangan mengenai bagaimana diplomasi dijalankan di era digital, dan cara-cara menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara efektif dalam diplomasi menuju kemajuan dan kemakmuran bersama.

RCDD juga akan mendorong kerja sama di masa depan dalam mengurangi kesenjangan teknologi dan digital (technological and digital divide) di kawasan. Kegiatan ini diharapkan pula menjadi kesempatan bagi semua pihak yang hadir, termasuk sektor swasta, untuk membangun peluang kerja sama di bidang teknologi digital.

Konferensi regional itu akan menyepakati dokumen hasil, "The Jakarta Message on Regional Cooperation on Digital Diplomacy", yang berisi antara lain pengakuan akan pentingnya diplomasi digital, komitmen bersama dalam membangun pesan dan kerja sama diplomasi digital antara pemangku kepentingan terkait, termasuk seruan untuk membangun komunitas yang terbebas dari informasi palsu.

Dokumen hasil itu akan dilengkapi dengan suatu rencana aksi untuk kerja sama berkelanjutan antara pemerintah, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun jejaring regional guna meningkatkan pemanfaatan teknologi digital untuk diplomasi.