Akses Pornografi Kian Mudah, Angka Kekerasan Seksual Meningkat

Ant
Akses Pornografi Kian Mudah, Angka Kekerasan Seksual Meningkat
ilustrasi. (ist)

Jakarta, HanTer - Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Nahar mengatakan penyebarluasan pornografi yang semakin mudah melalui internet telah menjadi salah satu pemicu kekerasan seksual.

"Laporan yang masuk secara daring ke Kementerian mencapai 1.500 laporan. Dalam satu tahun ke belakang, angka kekerasan seksual juga masih tinggi. Satu dari 11 anak perempuan, dan satu dari 17 anak laki-laki, mengalami kekerasan seksual," kata Nahar di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Selasa (3/9/2019).

Berdasarkan telaah yang dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan mitra, salah satu muara tindak kekerasan seksual terhadap anak adalah penyebarluasan muatan-muatan pornografi di internet.

Bahkan, melalui program internet masuk desa, pornografi juga sudah disebarluaskan hingga ke perdesaan-perdesaan. "Karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melakukan upaya dini untuk mencegah di tingkat yang paling bawah dengan mencanangkan delapan desa/kelurahan menjadi model desa/kelurahan bebas pornografi," tuturnya.

Koordinator Nasional ECPAT Indonesia Ahmad Sofian mengatakan dampak buruk dari kemudahan membuat dan menyebarluaskan pornografi melalui internet adalah bahaya kecanduan pornografi terhadap anak. “Penelitian ECPAT menemukan 50 persen anak yang kecanduan pornografi melakukan kekerasan seksual kepada anak lainnya," katanya.