Peduli Penyakit Leukemia, RSK Dharmais Lakukan MoU Bersama Becton Dickinson (BD)

romi
Peduli Penyakit Leukemia, RSK Dharmais Lakukan MoU Bersama Becton Dickinson (BD)
Para dokster yang peduli penyakit kanker di RSK Dharmais Jakarta/ rom

Jakarta, HanTer - Sejauh ini Rumah Sakit Kanker Dharmais sebagai Pusat Kanker Nasional dan Becton Dickinson (BD) Indonesia PT telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk mendukung pelatihan bagi praktisi kesehatan di Indonesia sebagai bagian dari Continuous Education Program untuk pengembangan keilmuan Leukemia dan Limfoma Immunophenotyping di Indonesia.

Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperkuat pengetahuan dan kemampuan operator laboratorium dan ahli patologi klinis di rumah sakit rujukan kanker tingkat regional dengan diagnosis kanker yang akurat khususnya diagnosis Leukemia & Limfoma menggunakan flowcytometry. Kerjasama ini sejalan dengan program Pusat Kanker Nasional RS Kanker Dharmais untuk mendidik dan memberdayakan rumah sakit daerah menjadi pusat rujukan penanganan leukemia dan limfoma.

Leukemia dan limfoma adalah salah satu kanker yang paling umum di dunia dan di Indonesia. Diagnosis yang akurat sangat penting, dan di WHO, diagnosis dan klasifikasi tumor hematolimfoid, leukemia / limfoma imunofenotip yang berasal dari flowcytometry menjadi salah satu landasan diagnosis.

Diagnosis yang akurat akan menjadi dasar bagi ahli hemato-onkologi untuk menentukan pengobatan terbaik bagi pasien. Pendekatan Tim Kerja Kanker multidisiplin ilmu adalah salah satu nilai dan kebanggaan Rumah Sakit Kanker Dharmais. Saat ini, Indonesia masih kekurangan tenaga kerja yang mampu menangani leukemia, termasuk hemato-onkologi dan ahli patologi klinis, dan Tim Kerja Kanker Multidisipliner Hematolymphoid Malignancies, yang dipimpin oleh Dr. dr. Dody Ranuhardy, SpPD-KHOM, berada di garis depan dalam pendidikan dan pelatihan ini.
 
Immunophenotyping adalah teknik yang digunakan untuk mempelajari protein yang diekspresikan oleh sel. Teknik ini biasa digunakan dalam penelitian dan tujuan diagnostik laboratorium untuk mendeteksi penanda tumor, seperti dalam diagnosis leukemia. Advance Practices dalam Immunophenotyping akan memungkinkan deteksi dini penyakit yang memungkinkan diagnosis dan pengobatan yang lebih akurat dan lebih cepat untuk pasien.
 
Flow Cytometry adalah proses yang digunakan untuk menyortir, memisahkan dan memeriksa partikel mikroskopis, seperti sel. Ini memainkan peran penting dalam penelitian dan diagnosis medis. BD menawarkan portofolio instrumen cytometry aliran yang berkembang untuk penelitian sel induk, imunologi, tes CD4 dan fenotip leukemia / limfoma.
 
Rumah Sakit Kanker Dharmais adalah pelopor dalam pengujian leukemia immunophenotyping di Indonesia, dan telah melakukan tes ini sejak tahun 1994. Dengan kemajuan teknologi dan komitmen Departemen Kesehatan untuk mendukung diagnosis leukemia, sekarang ada 11 pusat (rumah sakit pemerintah) melakukan leukemia immunophenotyping. Rumah Sakit Kanker Dharmais juga berkontribusi dalam melatih pusat-pusat tersebut.
 
BD, sebagai mitra industri, telah melakukan program pelatihan terstruktur tentang flow cytometry di wilayah Asia Tenggara sejak tahun 2003. MoU akan melihat BD mendukung program pelatihan nasional untuk diagnosis lanjutan tentang Leukemia & Limfoma dengan Rumah Sakit Dharmais. Kemitraan ini juga akan bekerja pada pengembangan analisis lanjutan termasuk tetapi tidak terbatas pada leukemia akut dan kronis, Minimal Residual Disease (MRD) dan Paroxysmal nocturnal hemoglobinuria (PNH). Pemrograman akan dilengkapi melalui simposium nasional tahunan yang akan memberikan pembaruan tentang diagnosis leukemia dan limfoma yang menargetkan patolog, dokter dan onkologi.
 
Hari Nurcahyo, Country Manager, BD Indonesia mengatakan hingga saat ini, lebih dari 200 peneliti dan dokter telah dilatih tentang ilmu flow cytometry di Indonesia. "Dengan kemitraan ini dengan Dharmais, 50 operator dan ahli patologi tambahan akan dilatih dalam 2 tahun ke depan, memungkinkan kami untuk terlibat dengan lebih banyak pengguna dalam aplikasi terperinci tentang flow cytometry," katanya, Jumat lalu. 
 
Prof. dr. Abdul Kadir, PhD, SpTHT-KL (K) MARS, Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais mengatakan RS Kanker Dharmais berkomitmen untuk membantu membangun kemampuan manajemen leukemia dan limfoma di Indonesia melalui program pelatihan dan pendidikan.

"BD telah menjadi mitra kami dalam menyediakan diagnosis yang akurat untuk kanker darah melalui solusi Flow Cytometry-nya. MoU antara Rumah Sakit Kanker Dharmais dan BD ini akan meningkatkan kolaborasi dengan memberikan program pelatihan kepada operator dan ahli patologi yang memungkinkan mereka untuk tetap mengikuti perkembangan terbaru dalam diagnosis,” terangnya. 
 

#RSK   #Dharmasi   #Becton   #Dickinson   #Leukemia