The Atjeh Connection; Diplomasi Kuliner Aceh di Jakarta

Safari
The Atjeh Connection; Diplomasi Kuliner Aceh di Jakarta

Jakarta, HanTer - Di era teknologi 4.0 di mana dunia semakin tanpa sekat, maka silaturahami tanpa batas semakin gampang dijangkau. Demikian juga, melalui diplomasi kuliner,  berbagai lapisan warga bisa  menyatu dalam sepiring  kuliner atau secangkir kopi untuk bersilaturahmi. Berbagai masalah bisa selesai di meja makan.

Salah satu duta diplomasi kuliner yang berkibar di Ibu Kota Negara yakni kehadiran restoran dan kafe yang monumental. Publik di Jakarta bakal dikagetkan dengan kemunculan  resto dan kafe bertajuk The Atjeh Connection  yang terbilang fenomenal. Menggunakan nama Aceh  ditulis dalam ejaan lama "Atjeh," dilengkapi logo pria  mengenakan "kopiah meukeutob" yang sangat khas Aceh.

Jaringan resto kelas atas ini telah tersebar di Sarinah Thamrin, Bendungan Hilir, SCBD, Menteng Jalan Sabang, Slipi, Surabaya dan sekarang dipersiapkan di beberapa kawasan elite lain di ibu kota. Boleh jadi resto The Atjeh Connection merupakan salah satu tempat paling asyik untuk nongkrong bagi masyarakat kelas menengah atas Jakarta. 

Tidak heran nyaris sebagian para menteri, ketum partai politik, tokoh nasional, CEO beberapa perusahaan swasta dan direksi BUMN, juga pelanggan tetap kerap mengunjungj resto ini. Oleh karenanya Atjeh Connection mampu menjadi duta dan jembatan Aceh di Jakarta. Apalagi desain interior restonya sangat khas,  unik dan klasik. 

Pemiliknya terkesan memberi perhatian besar terhadap benda-benda klasik dengan cita rasa seni tertentu.  Tempat yang klasik sekaligus seperti galeri mini di setiap resto yang barang-barang  itu menjadi koleksi pemilik Atjeh Connection.

Siapakah sosok di balik The Atjeh Connection? Namanya Amir Faisal Nek Muhammad. Pria berdarah Aceh. Putra dokter Nek Muhammad, tokoh Aceh bidang kesehatan. Amir Faisal lahir di Sigli, Aceh, 5 Maret 1974, tapi waktunya lebih banyak dihabiskan di luar Aceh.

Bersama sang istri, Anita Amir Faisal, keduanya mengelola The Atjeh Connection dengan perasaan riang dan gembira. Sangat menikmati. 

Keduanya bisa dengan mudah ditemui di The Atjeh Connection mana saja. Keduanya, pribadi yang hangat dan akrab dengan siapa saja. "Pekerjaan saya banyak waktu luangnya," kata Amir Faisal, Sabtu (10/8/2019). 

Ia adalah konsultan keuangan dan analis keuangan selama 15 tahun. Agak sibuk diakhir tahun buku. "Setelah itu, ya santai," katanya yang memulai debutnya sebagai  konsultan  dan analis keuangan Perusahaan BUMN dan Swasta

Pada mulanya kehadiran The Atjeh Connection Resto & Coffee adalah hobi  untuk bersilaturahim dengan sahabat-sahabat sekaligus mempromosikan kuliner  Aceh di Jakarta.

"Saya banyak teman. Kita saling bertemu dan berkomunikasi. Jadi ya sudah sekalian aja disediakan kulinernya, jadilah resto ini," katanya sambil senyum.

The Atjeh Connection pertama hadir di Apartemen Slipi, Jakarta pada 2015.  Agar sajian kulinernya tidak alakadar, Amir Faisal yang memang punya cita rasa tinggi mengenai makanan, ia lalu mendatangkan koki Aceh, dan mendapat sambutan luar biasa.
 
Dari Slipi,   The Atjeh Connection melebarkan sayap ke Jalan Gajah Mada, Jalan Sabang Menteng , kawasan bisnis SCBD, Sarinah Thamrin, Surabaya Jawa Timur, dan  di Jalan Benhill, Jakarta.

Filosofi The Atjeh Connection adalah "menghubungkan orang' atau dalam jargon Nokia, "the connecting people." 

"Kami lebih sebagai ruang mempertemukan orang-orang, siapapun dia. Tentu dengan sajian kuliner, yang khas Aceh," kata Amir Faisal mengenai filosofi silaturahmi itu.

Restoran ini memang menyajikan menu favorit  kopi sanger, kue ade,mie aceh,ayam tangkap dan sebagainya.  
Semangat mengantarkan Aceh sampai ke meja makan, disuguhkan Amir dengan sangat sungguh-sungguh. "Mereka yang sudah ke sini, akan kembali lagi. Kami ingin menjadi duta kuliner Aceh di ibu kota serta  menjadikan Aceh menjadi icon nasional untuk Internasional,” jelas  founder & owner  The Atjeh Connection  Amir Faisal Nek Muhammad.
  
Bukan hanya itu, The Atjeh Connection  juga menyajikan menu yang relatif diterima oleh lidah semua pengunjung, seperti lontong sayur, kari kambing, nasi gurih dengan  pelengkap rendang telor balado,sambal ganja,Plik U, Tiram, Kepiting Masak Aceh dan lain-lain.  

The Atjeh Connection  juga menawarkan ruang-ruangan untuk untuk pertemuan.  Di Atjeh Connection   Benhill  ada tiga ruangan dengan nama ruang  Bali, Jawa, dan Aceh.   demikian juga ruangan-ruangan VIP atau rapat juga ada di Atjeh Connection Sarinah Thamrin,SCBD Jakarta dan Surabaya. Pada pembukaan cabang selanjutnya, ruang-ruang akan diberi nama Papua,Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara dan sebagainya.

“Pemberian nama-nama ruangan itu sebagai perekat ke-Indonesia-an ,"  tambah sang istri,  Anita Amir Faisal. 
Satu lagi, The Atjeh Connection juga memiliki The Atjeh Connection Foundatioan, lembaga  yang aktif terjun  ke lokasi bencana gempa di Nusa Tenggara Barat,  gempa dan tsunami Palu dan Donggala. 

Atjeh Connection Foundation adalah salah satu relawan tanggap darurat yang pertama hadir dalam aksi kemanusiaan  di Palu.  Selain itu secara rutin melakukan pembagian nasi kotak setiap Jumat kepada kaum dhuafa dengan Tagline “Pastikan Tetanggamu Kenyang”  memfasilitasi pasien-pasien dhuafa dari luar daerah yang berobat ke Jakarta,  memberi beasiswa dan sebagainya. 

Saat ini, Atjeh Connection Foundation memiliki ratusan anak asuh yang mendapatkan beasiswa bulanan secara rutin yang tersebar di beberapa daerah, khususnya Jabodetabek.

"Kami ingin berbagi dalam bidang sosial, membantu sesama. Kehadiran kami tak sekedar sebuah restoran, melainkan juga berusaha berperan sosial," tambah Anita.