Walikota Jaksel Serahkan Santunan JKM Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Arbi
Walikota Jaksel Serahkan Santunan JKM Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Jakarta, HanTer - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Sudirman menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKm) kepada ahli waris Almarhumah Siti Fatimah, seorang pedagang atau pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Pujasera Nyi Ageng Serang, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2019).

Secara simbolis, santunan sebesar Rp24.000.000 itu diserahkan langsung langsung oleh Walikota Jakarta Selatan, Marullah Matali didampingi oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Sudirman, Erni Purnamawati beserta jajarannya, di Lokasi Binaan (Lokbin) JS 09.

Almarhumah Siti Fatimah meninggal dunia pada 8 Juli 2019 akibat infeksi usus buntu. Biasa dipanggil Irma, almarhum tercatat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak Mei 2018 untuk program Jaminan Kematian (JKm) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Dalam kesempatan itu, Walikota Jakarta Selatan, Marullah Matali mengimbau semua pedagang di Lokbin agar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan agar dapat terlindungan program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Saya menghimbau semua yang berdagang dilokbin, ikut (BPJS Ketenagakerjaan) ada manfaatnya, kita doakan semua sehat walafiat, tapi ketika terjadi musibah kecelakaan atau meninggal nanti ada santunan dari BPJS Ketenagakerjaan, mudah-mudahan banyak manfaatnya,” kata Marullah Matali.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Sudirman, Erni Purnamawati menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan menjadi kepanjangan tangan pemerintah, berupaya terus memperluas perlindungan hingga ke pelaku ekonomi mikro.

Menurut dia, dalam skala apapun, setiap usaha mengandung risiko kerja. Maka untuk mengganti kerugian finansial atau ekonomi akibat risiko kerja itu, BPJS Ketenagakerjaan hadir membantu menanggulangi risiko-risiko tersebut

“BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk meringankan keluarga yang ditinggalkan dengan memberikan santunan JKM sebesar Rp. 24.000.000. (Meskipun), hal ini memang tidak dapat menggantikan duka atas meninggalnya almarhumah, tapi ini adalah bentuk tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan kepada pesertanya,” katanya.

Sebagai informasi, sebelum almarhumah Irma meninggal dunia, sang suami telah lebih dulu meninggalnya. Tepatnya pada April 2018, almarhumah Irma menjadi ahli waris atas santunan Jaminan Kematian almarhum suaminya yang meninggal dikarenkan infeksi paru-paru. Besaran santunan pun sama, yaitu sebesar Rp. 24.000.000.