Machine Learning Membuat Kerja Ahli Geologi Menjadi Lebih Efisien

Safari
Machine Learning Membuat Kerja Ahli Geologi Menjadi Lebih Efisien
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Penerapan Machine Learning pada proses pengumpulan dan analisis data geologi dalam eksplorasi mineral berpotensi mengubah cara tenaga ahli geologi beroperasi. Karena cara-cara tradisional dari mulai perencanaan - bor - mengamati - mengukur - menganalisis bisa berpotensi memakan waktu yang cukup lama dan mengarah ke pengulangan bor yang memakan biaya mahal atau program sampel ulang, sudah tidak relevan lagi.

Senior Program Specialis PT  Micromine Indonesia, Dhani Pradoto mengatakan, masalah umum yang dihadapi oleh perusahaan eksplorasi adalah inkonsistensi dalam cara mengumpulkan data dan pengkategoriannya. Hal ini menyulitkan tugas pemodelan data ketika melakukan studi kelayakan ekonomi. Namun menggunakan Machine Learning, data dapat dibersihkan dan divalidasi sebelum memulai proses pemodelan.

"Ada beberapa cara untuk mempersingkat proses kerja untuk ahli geologi sumber daya, yang pertama adalah identifikasi fitur melalui gambar. Kamera DSLR berkualitas tinggi menyediakan alat bagi perusahaan eksplorasi untuk mengumpulkan gambar core tray dan chip berkualitas tinggi," ujar Dhani di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Dhani menuturkan, algoritma machine learning dapat mengenali fitur dalam gambar seperti warna, struktur, vena, ukuran partikel dan teks tulisan tangan. Dan memungkinkan untuk data ini dikumpulkan dan disimpan secara otomatis dalam database.
Database lubang bor mencatat atribut interval batuan seperti kode batuan, tingkat kekerasan, warna, tingkat permukaan, lokasi, dan pengukuran geofisika.

"Atribut-atribut ini dapat digunakan sebagai penanda litologis untuk mengidentifikasi contoh lain dari penanda yang serupa dalam database. Teknik ini dapat digunakan untuk pengujian konsistensi data atau untuk menemukan informasi baru dalam dataset," jelasnya.

Micromine sebagai penyedia software dalam bidang teknologi pertambangan, memiliki  Geobank yang merupakan system manajemen data untuk menjaga asset pertambangan dan menjadi pilihan banyak perusahaan tambang di Indonesia. Dengan Geobank, biaya operasional dapat dikurangi secara signifkan karena tidak diperlukan lagi penyerahan dokumen fisik serta proses administrasi yang memakan waktu dan biaya.

“Produk Geobank telah dirancang  dan dibangun untuk memberikan solusi.  Tidak peduli seberapa besar perusahaan Anda, ataupun betapa terbatasnya kemampuan IT atau beragamnya sumber daya geologi yang anda miliki,” pungkasnya.