Rumah Sakit Didorong Beradaptasi di Era Revolusi Industri 4.0

Arbi
Rumah Sakit Didorong Beradaptasi di Era Revolusi Industri 4.0
Ketua Umum ARSSI drg Susi Setiawaty MARS

Jakarta, HanTer - Rumah Sakit di Indonesia diiimbau untuk terus mempersiapkan diri dalam era revolusi industri 4.0. Jika tidak segera bersiap dan adaptif dengan perubahan yang ada, maka berisiko tersisih dalam persaingan antar rumah sakit baik di tingkat domestik maupun luar negeri.

“Kita ingkatkan rumah sakit harus siap, khususnya dalam hal SDM (sumber daya manusia). Contoh kecil,  alat-alat kesehatan (sekarang) sudah canggih, karena itu SDM harus dipersiapkan,” kata Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek di sela ‘Seminar Nasional VI dan HealthCare Expo V’ di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Dalam kegiatan yang digelar oleh Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) itu, Menkes meyakini sebagian besar rumah sakit di Tanah Air sudah memahami perkembangan yang terjadi di era revolusi industri 4.0. “Sebagian rumah sakit saya kira sudah siap menghadapi revolusi industri 4.0. Kita juga terus lakukan pelatihan dan sertifikasi,” ungkap Menkes.

Sebagai informasi, kegiatan Seminar Nasional VI dan HealthCare Expo V kali ini mengambil tema “Tantangan Rumah Sakit Indonesia di Era Industri 4.0 dan Universal Health Coverage”. Dihadiri sedikitnya 450 peserta dari RS di seluruh Indonesia, dan menghadirkan 35 perusahaan farmasi dan alat kesehatan.

“Kegiatan ini penting untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi pemilik dan manajemen RS  Indonesia dalam menghadapi tantangan Era Industri 4.0 dan Universal Health Coverage (UHC) serta membantu rumah sakit  Indonesia mewujudkan cita-citanya menjadi rumah sakit pilihan dengan memberikan pelayanan yang prima,” jelas Ketua Umum ARSSI drg Susi Setiawaty MARS.

Di era revolusi industri 4.0 ini, menurut Susi, setiap rumah sakit harus terus melakukan inovasi denan memanfaatkan teknologi yang ada. Apalagi, saat ini teknologi artificial intelligence sudah berkembang pesat dan banyak dimanfaatkan rumah sakit sehingga bisa mendiagnosis lebih canggih. “Selain itu juga harus membenahi agar sistem informasi saling terkoneksi dan terintegrasi,” katanya.

Sedangkan dalam era program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), rumah sakit swasta memiliki tantangan tersendiri agar tetap bisa survive di tengah kondisi yang ada, dan menjaga mutu serta layanan optimal kepada pasien.

“Kita semua tahu isu utama di era JKN ini, hasil evaluasi lima tahun isunnya masih sama yakni kelancaran pembayaran (klaim) yang sering dikeluhkan. Kendala ini cukup mengganggu rumah sakit swasta karena swasta kan tidak mendapat bantuan dan mengandalkan dana yang ada. Tapi kita (ARSI) terus mengingatkan agar rumah sakit tetap bisa survive dan mencegah fraud,” tandasnya.

Dalam seminar tersebut, sejumlah topik menarik akan dibahas seperti Regulasi Kesehatan dalam Mempersiapkan Rumah Sakit Memasuki Era Industri 4.0, Tantangan Rumah Sakit di Era 4.0, Dilema Etik Kedokteran dalam Revolusi Industri 4.0 di Bidang Kesehatan, Evaluasi Penyelenggaraan JKN pada aspek Regulasi dan Implementasi JKN di Era UHC serta Strategi Suksesnya Implementasi e-Purchasing di Rumah Sakit di Era UHC.

Topik lain yang tak kalah menarik adalah Problematika Kolaborasi Profesional Pemberi Asuhan dalam Memberikan Asuhan Pasien, Risiko Hukum dalam Pengelolaan Rumah Sakit, Revolusi Industri 4.0 dalam bidang Pelayanan Kesehatan serta Transformasi bidang Penunjang IT Medis dan Supporting di Era Industri 4.0.

 

 

 

#ARSI   #seminar   #menkes