Festival Pranata Adat dan Budaya Wujudkan Kearifan Lokal di Halmahera Barat

romi
Festival Pranata Adat dan Budaya Wujudkan Kearifan Lokal di Halmahera Barat
Salah satu Tarian di Festival Pranata Adat/ ist

Jilolo, HanTer – Salah satu cara mempererat hubungan harmonis antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah adalah dengan membuat festival. 

Seperti dilakukan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat bertajuk Budaya dan Adat Sebagai Perekat Bangsa Membangun Perdamaian Indonesia.

Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu (PDTT) Kemendesa, Ir. Rr. Aisyah Gamawati MM mengatakan dirinya bangga melihat masyarakat Halmahera Barat hidup damai bergandengan tangan membangun daerahnya. 

“Keberhasilan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa dalam meningkatkan pembangunan berkelanjutan tergantung kekompakan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah,” katanya, Kamis (27/6/2019). 

Ia juga berharap, melalui kegiatan Festival Pranata Adat untuk perdamaian dapat mewujudkan dan mengaktifkan kembali forum diskusi Desa untuk mewujudkan ketahanan sosial maupun ketahanan ekonomi. 

“Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara dan  nawacita ke-3 yaitu “membangun indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan,” terangnya. 

Selain itu, Aisyah menambahkan Pranata Adat bertujuan agar semakin  menumbuhkembangkan kecintaan keragamaan budaya yang dikemas dalam Bhinneka Tunggal Ika. 

Bupati Halmahera Barat, Danny Missy Bupati Halmahera Barat, mengucapkan terimakasih kepada Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa PDTT karena telah memilih Halmahera barat sebagai lokasi dilaksanakan kegiatan penguatan Pranata Adat tahun 2019.

“Nanti di 2020 kami berharap ada bantuan berupa pakaian adat dan rehabilitasi Keraton Kasultanan Jailolo sebagai bentuk hadirnya pemerintah pusat di daerah dalam keikutsertaannya melestarikan adat istiadat dan budaya di Halmahera Barat,” katanya. 

Seperti diketahui, Kabupaten Halmahera Barat 1 dari 24 kabupaten daerah tertinggal yang menjadi fokus Kemendes PDTT dalam bidang penanganan konflik sosial pada tahun 2019 melalui pendekatan harmoni budaya dan adat untuk membangun kerukunan dan perdamaian.  

Kegiatan festival ini berlansung pada 27 dan 28 Juni 2019 yang merupakan ikhtiar Pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam rangka mendorong pembangunan yang berbasiskan adat istiadat dan kearifan lokal serta mempererat rasa kebersamaan, kekeluargaan, kegotongroyongan untuk mewujudkan bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa.